Trending

Tanpa Istighfar, Denny Siregar cibir Alex Noerdin korupsi masjid Rp2,4 M

Putusan Hakim Pengadilan negeri Palembang menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menerima dana senilai Rp2,4 miliar dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Palembang. Menanggapi soal korupsi Masjid yang menyeret Alex Noerdin, Denny Siregar tanpa istighfar melayangkan komentarnya.

Menurut Denny Siregar yang memposting pemberitaan soal korupsi masjid yang dilakukan Alex Noerdin, membuat cuitan soal bukti korupsi yang diputuskan hakim. Dalam cuitannya Denny siregar menyayangkan korupsi pembangunan masjid yang dilakukan Alex Noerdin tersebut.

Sayangnya cuitan tersebut tanpa ada kata istighfar dari Denny Siregar yang bisa menjadi isyarat pelaku korupsi untuk menyadari kesalahannya melakukan korupsi untuk pembangunan rumah ibadah Masjid terbesar di kota Palembang.

Alex Noerdin
Alex Noerdin Foto: Suara

“Wong buat masjid aja masih sempet2nya di korup. Mbok korup yang lain napa,” cuit Denny Siregar seolah menyindir Alex Noerdin yang terbukti korupsi pembangunan masjid.

Alex Noerdin korupsi pembangunan masjid    

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin disebut menerima aliran dana senilai Rp2,4 miliar dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terungkapnya korupsi tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Naimullah membacakan dakwaan terhadap empat terdakwa korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, yakni Eddy Hermanto, Syarifuddin, Yudi Arminto, dan Dwi Kridayani.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sahlan Effendy, Naimullah, Kepala Seksi Penuntutan Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan ini menyatakan Alex Noerdin terindikasi menerima aliran dana berdasarkan temuan tim penyidik kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

“Ditemukan bukti dimana ada pengaturan proses lelang agar dimenangkan oleh salah satu pihak swasta dan pemerintah. Juga ada indikasi menerima dan memberi sejumlah dana pada termin pertama dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tahun 2015,” katanya mengutip antara Rabu 28 Juli 2021.

Masjid Sriwijaya
Masjid Sriwijaya Foto: Suara

Meski demikian dalam pengadilan nantinya akan dibuktikan melalui sejumlah saksi yang bisa menguatkan adanya dugaan korupsi yang dilakukan.

“Dalam sidang nanti kami akan menghadirkan saksi atas dugaan ini,” ujarnya.

Staff Alex Noerdin bantah tuduhan minta jaksa buktikan tuduhan tersebut, harus dibuktikan terlebih dahulu sebelum disebut dalam surat dakwaan di persidangan.

“Nanti dalam persidangan akan dibuktikan apakah benar Alex melakukan hal seperti bunyi dakwaan,” ujarnya.

Ia menepis dugaan bahwa Alex Noerdin menyadari keterlibatannya tersebut sehingga membuat yang bersangkutan beberapa kali mangkir dari panggilan tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Menurut dia, sebagai mantan gubernur, Alex Noerdin akan siap jika dihadirkan sebagai saksi untuk memberikan keterangan di persidangan.

“Sekarang tergantung jaksanya bagaimana, apakah perlu atau tidak untuk menghadirkan beliau (Alex Noerdin), karena untuk menghadirkan saksi itu perlu mekanisme dari jaksa ke persidangan,” katanya.

Alex Noerdin
Alex Noerdin Foto: Suara

Adapun dalam proses pembangunan Masjid Raya Sriwijaya pada saat itu, Jimly Asshiddiqie menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya, sedangkan Alex Noerdin menjabat sebagai Ketua Pembangunan sekaligus anggota Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya.

Keterangan dari kedua orang tersebut dibutuhkan oleh tim penyidik Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid prototipe terbesar di Asia Tenggara ini.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close