Fit

Colin Huang si ‘anak kemarin sore’ yang salip kekayaan Jack Ma

Colin Huang atau Huang Zheng merupakan pengusaha asal China yang mampu manyalip Jack Ma sebagai orang terkaya di negeri panda tersebut. Huang merupakan pendiri sekaligus CEO dari perusahaan e-commerce, Pinduoduo.

Colin Huang menyabet gelar master dalam studi ilmu komputer di University of Wisconsin. Selepas kuliah, lelaki kelahiran 1980 ini kemudian bergabung dengan Google sebagai teknisi pada 2004 silam. Huang juga pernah menjadi anak magang di perusahaan besutan Bill Gates, Microsoft.

Baca juga: Melongo, ternyata segini jatah bulanan Nagita Slavina dari Raffi Ahmad

Hingga pada 2015, Huang membuat perusahaan Pinduoduo (PDD) yang berbasis di Shanghai dan berhasil meraup pendapatan hingga US$280 juta pada 2017. Pendapatan PDD terus mengalami fluktuasi hingga angkanya mencapai US$4.33 milyar pada 2019.

Colin Huang
Colin Huang Foto: financial express

Tak heran jika pada Juli 2018 lalu, saham Huang di Pinduoduo mencapai US$14 milyar, dan membuatnya menempati peringkat 13 sebagai orang terkaya di China. Rangkaian prestasinya belum berhenti begitu saja. Pasalnya, aset Colin Huang ditaksir mampu mengalahkan Jack Ma, si bos Alibaba.

Lebih kaya dari Jack Ma

Dilansir dari Forbes, kekayaan Huang sempat mencapai US$45,4 milyar, sementara Jack Ma takluk dengan nominal US$43,9 milyar. Dengan kekayaan yang fantastis tersebut, Huang berhasil menduduki peringkat kedua sebagai orang terkaya di China, tepat di bawah Ma Huateng sebagai CEO Tencent.

Prestasi Colin Huang ini tentu banyak diapresiasi oleh warganet. Pasalnya, usia Huang masih terbilang muda dan perusahaan yang ia dirikan masihlah terbilang baru. Tak heran jika banyak yang menggadang-gadang Huang akan mampu meempati posisi pertama sebagai orang terkaya di China.

Colin Huang Foto: MarketWatch
Colin Huang Foto: MarketWatch

Dengan adanya pandemi COVID-19, nilai saham di Pinduoduo justru naik dua kali lipat sejak awal 2020 lalu. Kini, Pinduoduo memiliki 628 juta pengguna aktif dan mencatat angka kapitalisasi pasar yang mencapai US$100 juta.

Pinduoduo sendiri memiliki kelebihan dibanding dengan e-commerce lainnya lantaran mekanisme belanja yang mengusung konsep “social shopping”. Pengguna dapat mendapatkan diskon besar-besaran jika membeli suatu barang secara berkelompok.

Namun, karir Huang tidaklah selalu mulus. Sebelumnya, ia pernah merintis dua perusahaan yang berfokus di game dan e-commerce. Akan tetapi, gaung dari dua perusahaan tersebut masih kalah nyaring dibandingkan dengan Pinduoduo. Pantas aja Colin Huang sukses, dia enggak gampang menyerah meski sempat gagal. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close