Trending

Corona bikin ekonomi RI terjun, Pengamat: Salah tergantung ke China

Masuknya virus corona ke Indonesia menjadi ujian nyata bagi kabinet Presiden Jokowi. Bagaimana tidak, virus corona bikin terjun ekonomi RI.

Fakta di lapangan menyebut virus corona telah memicu kepanikan. Berbagai jurus pemerintah meredam horor corona seakan tak indah hasilnya. Termasuk siasat mem-bikin laju ekonomi agar tak terjun dan mengunci investasi.

Baca Juga: Sekjen FUI heran, kok bisa Menkominfo sebut foto bugil Tara Basro seni

Walau pemerintah tak canggung merogoh kocek puluhan miliar rupiah demi memoles citra Indonesia agar tetap cantik di mata dunia, namun sepertinya sulit untuk menahan dampak gempuran wabah corona.

Menurut Ketua komisi tetap KADIN Rosdinal Salim, setidaknya ada empat dampak besar yang bakal mem-bikin terjun ekonomi Indonesia jika kasus corona kian merebak.

Kata dia, corona dipastikan bakal membuat tekor pengusaha dan menggerus kantong negara.

“Virus itu akan otomatis, pasti akan kena dampaknya pertama adalah dari segi produksi. Kedua pasti mereka akan kena (terganggu) cashflow-nya, ketiga pasti mereka akan kena dampak tenaga kerja, keempat pasti mereka akan kena bahasa kasarnya me-rebound kembali, itu kan butuh waktu buat mereka. Industri itu akan terpukul luar biasa,” kata dia disitat dalam laporan khusus tvOne, dari saluran Youtube-nya, Senin 9 Maret 2020.

Kelesuan ekonomi yang membuat terjun gegara virus corona itu setidaknya juga mulai menjalar ke berbagai sektor. Salah satu yang kena dampak besar adalah sektor pariwisata, seperti bisnis hotel, penerbangan, kuliner, ritel, hingga pusat perbelanjaan.

“Saat ini kita lihat memang sedikit ada pengurangan ya masih di bawah 10 persen lah jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan (mal),” kata Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Handoko Santoso.

Maka itu, kata dia, sudah menjadi keharusan bagi pemerintah untuk berdiri di barisan paling depan atas kasus ini “Pemerintah untuk mengatakan kalau suplai terhadap barang-barang akan aman, tidak akan ada kekurangan. Ini penting supaya tak timbul kepanikan luar biasa dari masyarakat,” katanya.

Tergantung ke China

Sementara itu jika melihat fakta yang ada wabah corona memang ibarat buah simalakama. Seperti memilih ekonomi tetap tak terjun akibat virus corona, atau menjamin nyawa rakyatnya.

Sampai pada akhirnya Pemerintah memilih memutuskan membuka data corona di Tanah Air, dan seketika berdampak pada kelesuan ekonomi di RI.

Menurut pengamat ekonomi Bhima Yudhistira, ekonomi di R memang mulai terjun. Di mana sektor hilir saat ini sangat bergantung pada sektor hulu, yang berasal dari impor. Sementara impor bahan baku sebagian besar dipasok dari China. Akibatnya, jika produksi terganggu, ujung-ujungnya bakal terpengaruh pada rasionalisasi pekerja.

“Jadi dampak virus corona ini sangat-sangat besar ya terhadap perekonomian kita. Karena kalau kita melihat dari investasi yang masuk, itu banyak yang tertunda, apalagi investasi kita paling besar salah satunya dari China. Sehingga untuk investasi masuknya, banyak proyek-proyek besar harus dimoraturium sementara,” kata Bhima.

Baca Juga: Bisnis Ustaz Yusuf Mansur bermasalah diungkap, banyak jemaah teriak

“Yang kedua adalah dari sisi ekspor. Kita ada kesalahan fatal terlalu bergantung, khususnya dari segi impor, itu (jumlah impor) 25 persen pada China. Kemudian juga dari kinerja ekspor, 15 persen kepada China. Jadi dari sisi ekspor pun terdampak. Banyak manufatur yang terpaksa kesulitan mendapatkan bahan baku misalnya. Kemudian ekspornya melambat, bukan hanya di sini, namun juga di seluruh dunia mengalami perlambatan.”

Pengamat ekonomi lainnya, Lucky Bayu Purnomo mengatakan bukan tidak mungkin nilai ekspor Indonesia mengalami penurunan. Maka itu, kata dia, ada sejumlah risiko yang harus dipertimbangkan, baik dari kementerian, lembaga hingga asosiasi.

“Mereka harus melakukan upaya mitigasi risiko, dengan cara membuat prioritas skill produk-produk apa saja yang benar-benar jadi kebutuhan dasar untuk keberlangsungan industri, dan prduk-produk mana saja yang bisa dikurangi untuk mencegah dampak media transfer tersebut. Karena didominasi dari produk impor, bagaimana jika tiba-tiba produk impor tinggi, sementara kita dalam situasi yang sedang tertekan. Bahkan dalam kondisi ekonomi,” katanya.

Presiden Jokowi sendiri memang mengakui pihaknya harus megkoreksi target ekonomi saat dihadang virus corona. Karena corona pula, kata dia, sejumlah rantai ekonomi menjadi terhambat.

“Situasi sangat berbeda, karena corona ini sangat berbeda. Tadi saya ingatkan, karena corona demand rusak, supply rusak, produksi rusak,” kata Presiden Jokowi di Istana.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close