Trending

Corona di RI makin menjadi-jadi, Quraish Shihab: Jangan pikir itu siksa Ilahi

Pandemi corona atau Covid-19 yang mewabah di Indonesia semakin menjadi-jadi. Penambahan kasus terus bertambah seiring dibukanya kembali sektor usaha dan transportasi. Meski kehadirannya merepotkan, namun Quraish Shihab berpendapat, virus mematikan tersebut bukan siksa Ilahi.

Pada video berjudul ‘Virus Corona Melanda Dunia’ yang tayang di saluran Youtube Indosiar, tokoh intelektual Islam sekaligus pendiri Pusat Studi Al Quran atau PSQ itu menilai, munculnya corona di dunia seharusnya membuat manusia sadar mengenai kelemahannya di hadapan Sang Pencipta.

Baca juga: Quraish Shihab ungkap syarat seseorang layak disebut habib

“Kejadian ini jangan dianggap sebagai siksa Ilahi. Tetapi itu (corona) merupakan peringatan, dan peringatan bisa menjadi nikmat. Tujuannya, supaya manusia tidak angkuh, dan bisa merasakan kelemahannya di hadapan Tuhan yang kuasa,” ujar Quraish, dikutip Sabtu 13 Juni 2020.

Quraish Shihab
Quraish Shihab. Foto: Instagram

Ayah kandung jurnalis Najwa Shihab itu juga menilai, masuknya corona ke Indonesia merupakan imbauan dari Tuhan mengenai pentingnya menjalankan perintah agama. Menurutnya, menjalankan perintah tersebut bukan hanya berkaitan dengan ibadah atau sembahyang, namun ada hal lain yang berkenaan dengan nilai edukasi dan juga sosial.

“Tuntutan agama itu menuntut kita untuk memelihara jiwa dan kesehatan kita. Dalam konteks itu, kita hendaknya dapat meneladani atau mengikuti tuntunan mereka yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan jiwa. Pada konteks ini, ialah para dokter. Ikutilah tuntunan mereka,” terangnya.

Mufasir Quraish Shihab
Mufasir Quraish Shihab. Foto Instagram @quraish.shihab

Pada kesempatan yang sama, Quraish mengingatkan masyarakat mengenai kedudukan agama di dunia. Kata dia, agama mendahulukan kemanusiaan di atas keberagamaan. Itulah mengapa, pada kondisi seperti sekarang, menjaga keselamatan merupakan hal yang perlu diutamakan. Salah satunya, mengikuti anjuran pemerintah.

“Kita diuji untuk mengikuti tuntunan agama itu, dan apabila terjadi perbedaan pendapat, maka ikutilah tuntunan dan pendapat pemerintah. Karena itu merupakan jalan yang akan menyelesaikan perbedaan,” tukasnya.

Tonjolkan rasa kemanusiaan

Dalam situasi serba sulit seperti sekarang, Quraish meminta seluruh masyarakat Indonesia lebih mengedepankan rasa kemanusiaan dan semangat bergotong royong. Sebab, hanya itu yang membuat segalanya terasa lebih mudah.

“Kita harus tonjolkan rasa kemanusiaan. Ingat, apa yang terjadi pada orang lain, bisa terjadi juga pada kita. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersikap baik, apalagi tidak saling bantu membantu, karena kita semua manusia dan sama-sama ciptaan Tuhan,” kata dia. (hsp)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close