Trending

Covid meroket cuma di negara yang bergantung vaksin China, ada apa?

Sejumlah laporan menunjukkan lonjakan kasus covid gelombang kedua terjadi di negara-negara yang sangat bergantung pada vaksin-vaksin buatan China. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan soal keampuhan vaksin China, seperti Sinovac dan Sinopharm.

Terlebih Indonesia juga menjadi salah satu negara yang menggantungkan harapan pada vaksin China. Dalam laporan BBC, saat ini varian Delta setidaknya merambah banyak sekali negara.

Bukan cuma India, negara pertama yang diidentifikasi ditemukan varian Delta, namun kini merambat ke Indonesia, Thailand, Pakistan, Mongolia, Bangladesh, Afghanistan, Seychelles, Bahrain, hingga Chili.

Negara-negara ini tengah hadapi gelombang kedua Covid-19 yang mematikan.

China produsen vaksin terbesar di dunia

Sebagai catatan, China sendiri merupakan salah satu produsen vaksin Covid-19 terbesar di dunia. Mereka telah memasok lebih dari 400 juta dosis ke berbagai negara, baik melalui bantuan maupun komersial.

Di awal, banyaknya vaksin yang dilempar ke banyak negara membuat diplomasi vaksin Tiongkok kemudian banjir ucapan jempol. Sebagai negara yang pertama yang mengidentifikasi Covid-19, China mengubah citranya menjadi negara penolong.

Vaksin Sinovac ditempatkan di ruang steril di Bio Farma
Vaksin Sinovac ditempatkan di ruang steril di Bio Farma. Foto Instagram @biofarmaid

Akan tetapi, diplomasi vaksin itu kini terancam gagal dengan munculnya berbagai persoalan mengenai vaksin buatannya.

Dari laporan India Narrative pada Sabtu 17 Juli 2021, sebagian besar negara pengguna vaksin Covid-19 “Made in Tiongkok” seperti Sinovac dan Sinopharm saat ini justru tengah dilanda gelombang kedua.

Di Indonesia, rekor infeksi harian pecah pada Kamis 15 Juli 2021, dengan 56.757 kasus Covid-19, dengan 982 kematian. Keraguan terhadap efektivitas vaksin buatan China membuat sejumlah negara mempertimbangkan metode mencampur vaksin dan dosis booster.

Thailand sendiri sudah mengizinkan metode campur vaksin, dengan dosis pertama dari Sinovac dan dosis kedua dari AstraZeneca untuk meningkatkan keampuhan melawan virus.

Seberapa ampuh?

Pertanyaan mengenai keampuhan vaksin buatan Tiongkok juga membuat beberapa negara melarang pelancong dari negara-negara yang menggunakan vaksin tersebut untuk masuk.

Di samping itu, saat ini juga muncul persoalan mengenai harga yang ditawarkan China untuk vaksinnya.

Vaksin Sinovac disimpan di ruangan steril di Bio Farma
Vaksin Sinovac disimpan di ruangan steril di Bio Farma. Foto Instagram @biofarmaid

Sebuah studi yang dilakukan Observer Research Foundation (ORF) menyebut, walaupun Presiden Xi Jinping telah menyebut vaksin buatan China sebagai barang publik global, namun nyatanya pendekatan dan harga yang ditawarkan oleh Beijing bias.

“Laporan tentang diplomasinya yang bersifat preferensial terhadap beberapa pihak telah menyebabkan banyak kegemparan. Agaknya, Sri Lanka membayar 15 dolar AS per dosis untuk Sinopharm, sementara Nepal dan Bangladesh hanya membayar 10 dolar AS per dosis,” kata studi ORF.

Menurut ORF, dengan banyaknya tanda tanya terhadap vaksin buatan China justru memicu ketidakpercayaan global terhadap Beijing.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close