Fit

Cuci tangan dengan sabun VS hand sanitizer, mana lebih efektif?

Pemerintah melalui Kemenkes telah mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) untuk mencegah penularan Covid-19. Menyambut imbauan tersebut, banyak produk hand sanitizer yang bermunculan di pasaran. Lantas, mana sebenarnya yang paling efektif, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer?

Yuk, simak selengkapnya!

Baca Juga: Apa bedanya dengan masker kain? Ini alasan scuba dilarang Kemenkes

Cuci tangan dengan sabun dan menggunakan hand sanitizer sebenarnya sama-sama baik untuk mengurangi bakteri dan kuman yang menempel di permukaan tangan. Kendati begitu, dilansir dari laman CDC, mencuci tangan dianggap jauh lebih efektif.

Pasalnya, air dan sabun lebih ampuh untuk membasmi beberapa jenis kuman tertentu, seperti Cryptosporidium, Norovirus, dan Clostridium difficile. Sementara hal yang sama tidak dapat dilakukan oleh sanitizer.

Kondisi ini semakin diperparah dengan kebiasaan orang dalam menggunakan hand sanitizer. Biasanya, sanitizer tidak dipakai dalam jumlah yang banyak dan tidak dididamkan hingga benar-benar kering. Seringkali, tangan sudah menyentuh berbagai objek sebelum hand sanitizer kering.

Hand sanitizer
Hand sanitizer. Photo: Pixabay

Tak hanya itu, hand sanitizer juga kurang efektif digunakan ketika tangan dalam kondisi kotor karena noda tanah atau lumpur, berminyak, dan menyentuh zat kimia berbahaya (pestisida, logam berat, dll).

Jadi, setelah melakukan aktivitas berat, seperti memasak, berkebun, ataupun membersihkan ruangan, ada baiknya untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Karena berbagai pertimbangan tersebut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk mencuci tangan jika memungkinkan. Sedangkan untuk penggunaan hand sanitizer, CDC merekomendasikan produk dengan kandungan alkohol minimal 60%.

Mengapa 60% alkohol?

Berbagai studi membuktikan bahwa kandungan alkohol sebanyak 60-95% pada hand sanitizer lebih efektif membunuh bakteri. Sementara itu, hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol di bawah 60% biasanya hanya mengurangi pertumbuhan bakteri, dan tidak membunuh bakteri secara langsung.

UI bagikan ratusan liter hand sanitizer gratis. Foto: Darmawan.
UI bagikan ratusan liter hand sanitizer gratis. Foto: Darmawan.

Food and Drug Adminisitration (FDA) juga menganjurkan agar masyarakat tidak membuat hand sanitizer sendiri. Selain diragukan keefektivannya, pembuatan hand sanitizer secara mandiri dikhawatirkan dapat berbahaya, salah satunya mengakibatkan kulit melepuh.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close