Hobi

Daihatsu ogah berikan diskon ke konsumen, hanya untuk dongkrak penjualan sepi

Penurunan penjualan di masa pandemi dan pasca pandemi saat ini masih terjadi dan dikeluhkan banyak produsen otomotif, tak terkecuali Daihatsu yang mengalami penurunan sebesar 40 persen secara nasional. Ditengah penurunan penjualan, Daihatsu mengungkap tidak akan memberikan diskon besar bagi konsumennya untuk menaikkan penjualan.

Menurut Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pemberian diskon besar-besaran bukan solusi untuk meningkatkan penjualan di tengah masa pandemi dan pasca pandemi saat ini. Akan percuma memberikan diskon kepada konsumen di tengah kondisi yang tengah terpuruk seperti masa pasca pandemi.

“Daihatsu tidak akan memberikan diskon besar kepada konsumen sebagai stimulus untuk meningkatkan penjualannya. Tidak ada jaminan diskon besar bisa menaikkan angka penjualan suatu produk,” katanya dalam pressconference virtual Jumat 19 Juni 2020.

Ilustrasi booth pameran mobil
Ilustrasi pameran mobil Daihatsu Foto: ist

Penurunan penjualan yang terjadi saat ini menurutnya memang harus dilewati, karena tidak hanya terjadi pada satu produsen saja, semua sektor di banyak negara mengalami masalah yang sama. Tidak bisa satu produsen seperti Daihatsu bisa mengkatrol penjualannya hanya mengandalkan diskon besar saja kepada konsumen.

Terlebih, konsumen saat ini juga tengah mengalami dampak dari pandemi, dimana terjadi kesulitan ekonomi yang menjadi salah satu penyebabnya melemahnya daya beli di masyarakat. Sehingga jika dipancing dengan diskon besar belum tentu efektif.

Baca juga: Intip koleksi mobil dua pintu Ignasius Jonan, rakitan Indonesia loh..

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Marketing & Customer Relation Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso, yang menegaskan program yang kita berikan bukan melalui diskon besar dan DP ringan kepada konsumen.

Daihatsu Sigra mobil LCGC murah
Daihatsu Sigra mobil LCGC murah Foto: Daihatsu

“Seperti kita ketahui saat ini lembaga pembiayan kredit sangat ketat dalam memberikan pembiayaan bagi konsumen. Kita juga tidak ingin membuat perusahaan pembiayaan sulit di tengah kondisi seperti saat ini,” ungkap Hendrayadi.

Daihatsu menerapkan diskon yang wajar dan uang muka yang sesuai dengan standar yang ada, tidak terlalu tinggi ataupun rendah. Langkah ini untuk menjaga dan mendukung stabilitas berkesinambungan, baik bagi Daihatsu maupun lembaga pembiayaan.

Penurunan penjualan secara nasional yang cukup besar yakni 40 persen sepanjang januari hingga Mei 2020, tak membuat Daihatsu merevisi target penjualannya sebesar 17 persen hingga akhir tahun nanti.

“Hingga kini kita masih tetap pada target 17 persen hingga akhir tahun, dan target tersebut tidak kita lihat pada angka penjualannya di akhir tahun nanti,” kata Hendrayadi.

Fasilitas pabrik Daihatsu
Fasilitas pabrik Daihatsu kembali aktif produksi Foto: Daihatsu

Pasar otomotif nasional selama Januari – Mei 2020 mencapai 260 ribu unit atau turun 40% dari tahun lalu, sementara penjualan retail Daihatsu menjadi 48.019 unit atau turun 39% dari tahun lalu, lebih kecil dari penurunan pasar sehingga market share Daihatsu mengalami kenaikan dari 18.0% YTD Mei 2019 menjadi 18.4% YTD Mei 2020.

Untuk whole sales, Daihatsu mengikuti arahan pemerintah dengan membatasi operasionalnya, sehingga produksi atau pencapaian whole sales di bulan Mei 2020: 0 unit. Pencapaian pasar mobil secara whole sales selama periode Januari – Mei 2020 sebesar 248 ribu unit atau turun 41% vs 2019.

Sementara, pencapaian whole sales Daihatsu periode Januari – Mei 2020 sebesar 49.443 unit atau turun 39% vs 2019, lebih baik dari penurunan pasar, sehingga market share Daihatsu secara whole sales mengalami kenaikan dari 19.2% di tahun 2019 menjadi 19.9% ditahun 2020.  

Topik

1 Komentar

  1. Foto pabrik yg kembali aktif tsb, mohon di cek kembali. Masa foto mobil xenia model lawas?

  2. loading...

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close