Trending

BPKH: Tidak benar dana haji US$600 juta untuk penguatan rupiah

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu membantah kabar dan berita soal dana haji dipakai untuk penguatan rupiah. BPKH merasa pemberitaan dan informasi soal dana haji untuk perkuat rupiah menimbulkan salah paham pada masyarakat.

“Saya ingin meluruskkan berita di media sosial dan berita pada 2 Juni soal dana haji US$600 juta dipakai untuk perkuat rupiah, hal itu tidak benar sama sekali,” jelas Anggito dalam video klarifikasi yang diunggah pada akun media sosial BPKH dikutip Rabu 3 Juni 2020. BPKH jelas membantah dana haji untuk penguatan rupiah.

Baca juga: Bikin iba, ini alasan Ruslan Buton minta penagguhan penahanan

Anggito juga membantah pengelolaan dana haji US$600 juta itu menjadi alasan pembatalan haji 2020. “Itu juga tak benar sama sekali,” tegas Anggito.

Berikut ini beberapa fakta doal dana haji yang sudah beredar spekulatif beberapa hari lalu:

Berawal dari halal bihalal

Anggito mengatakkan, informasi pengelolaan dana haji tersebut berasal dari perbincangan daring dalam acara Halal bi Halal jajaran Bank Indonesia dan jajaran BPKH pada 26 Mei 2020. Dalam silaturahmi tersebut, BPKH menyampaikan update pengelolaan dana haji kepada jajaran petinggi bank sentral tersebut.

Jemaah haji di Masjidil Haram
Jemaah haji di Masjidil Haram. Foto Instagram @aria_indah_s

Di depan Gubernur dan Deputi Gubernur BI, Kepala BP-BPKH menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan update mengenai Dana Haji, di antaranya Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta asing serta kerjasama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara,
pengelolaan Valuta Asing dan rencana Cashless Living Cost Haji dan Umrah.

BPKH mengelola dana kelolaan jemaah haji dalam bentuk rupiah dan valuta asing bekerja sama dengan BI. Hasil pengelolaan valuta asing dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji.

“Pernyataan yang dimuat kembali oleh salah satu media online tersebut, telah dimuat dan memberikan kesan ada kaitannya dengan pemberitaan mengenai pembatalan haji 2020 oleh Menteri Agama pada tanggal 2 Juni 2020,” ujar keterangan tertulis BPKH.

Dana haji aman

Pada 2 Juni 2020, Anggito sama sekali tidak memberikan pernyataan terkait dengan Pembatalan Haji 2020, apalagi menyangkut kaitannya dana US$600 juta tersebut.

Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi kedalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH. Dana konversi rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji.

Jemaah haji di Masjidil Haram
Jemaah haji di Masjidil Haram. Foto Instagram @mekahmadinahlover

Jemaah haji please yakinlah

Anggito menyatakan, seluruh dana kelolaan jemaah haji senilai lebih dari Rp135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.

“Kami ingin meyakinkan seluruh jemaah haji Indonesia, bahwa dana dalam bentuk valas dan rupiah itu Rp135 triliun yang tersimpan di rekening BPKRI atas nama jemaah haji dan dikelola dengan prinsip syariah, aman dan berhati-hati. Kami yakinkan pengelolaan optimal,” jelasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close