Hobi

Mirip kisah di Alkitab! Danau dekat Laut Mati tiba-tiba berwarna merah darah, pertanda apa?

Publik baru-baru ini dihebohkan dengan fenomena air di sebuah danau di dekat Laut Mati di wilayah Yordania yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah. Dilaporkan pihak berwenang kini telah mengambil sampel air tersebut untuk diteliti penyebabnya mengapa bisa warnanya berubah menjadi merah.

Air danau yang berada di dekat Laut Mati, perbatasan Israel dengan Yordania itupun membuat heboh publik di dunia maya. Bahkan, sejumlah netizen ada yang kemudian mengaitkannya dengan fenomena di Alkitab Perjanjian Lama. Air berwarna merah darah membawa banyak arti penting dalam Perjanjian Lama sebagai salah satu dari 10 tulah yang Tuhan berikan kepada Firaun Mesir untuk membebaskan orang-orang Yahudi dari perbudakan.

Menurut kisah di Alkitab, Tuhan mengubah air Sungai Nil menjadi darah, yang membunuh ikan dan mencegah orang Mesir meminum air kotor, dan tulah itulah yang datang pertama dari 10 tulah yang diberikan Tuhan kepada Firaun, sebagai hukuman karena menolak membebaskan budak Yahudi-nya.

Pantai timur Laut Mati di mana kolam merah darah tersebut berada juga merupakan tempat berdirinya dua kota legendaris Sodom dan Gomora sebelum mereka dihancurkan oleh Tuhan karena mereka dinilai melakukan penyimpangan dan kejahatan.

Dugaan sementara

Danau dekat Laut Mati berubah warna jadi merah darah. Foto: The Jerusalem Post
Danau dekat Laut Mati berubah warna jadi merah darah. Foto: The Jerusalem Post

Seperti telah disebutkan, pihak berwenang setempat telah mengambil sampel air yang membuat resah masyarakat tersebut untuk diteliti lebih lanjut apa penyebabnya. Tetapi meskipun penyebab air merah misterius masih belum diketahui untuk saat ini, beberapa teori telah dikemukakan mengapa kolam itu bisa tiba-tiba berubah warna.

Melansir Daily Mail, Rabu 15 September 2021, Direktur Pertanian di Lembah Yordan Selatan, Yassin al-Kasasbeh, mengatakan kepada Roya News bahwa fenomena ini ditemukan di kolam yang dekat dengan Laut Mati karena adanya jenis bakteri dan ganggang merah tertentu yang menyukai salinitas, yang berubah warna dengan keberadaan sinar matahari.

Tapi teori itu tidak menjelaskan mengapa air tiba-tiba berubah menjadi merah, sementara kolam lain tidak menunjukkan fenomena yang sama, terutama mengingat wilayah tersebut mengalami langit cerah sepanjang tahun.

Pejabat lain mengatakan kepada Israel Today bahwa kehadiran oksida besi di dalam air dapat menjelaskan perubahan warna yang aneh. Tapi itu juga tidak memberikan penjelasan tentang bagaimana oksida besi hadir di kolam, dan mengapa perubahan warna terjadi begitu cepat.

Sementara itu, Sakhr Al-Nusour, kepala Sindikat Geologi Yordania, mengatakan kepada Al Ghad news bahwa warna merah bisa saja disebabkan oleh penambahan zat oleh manusia. Teori ini diyakini oleh banyak orang Yordania yang menuduh pemerintah menutupi sumber polusi atau penggunaan kolam sebagai tempat pembuangan limbah bahan kimia.

Laut Mati

Peta letak Laut Mati. Foto: Britannica
Peta letak Laut Mati. Foto: Britannica

Laut Mati adalah sebuah danau garam besar yang terletak di gurun Yudea di Israel selatan, berbatasan dengan Yordania di sebelah timurnya. Dengan asal usulnya sekitar empat juta tahun yang lalu, itu adalah salah satu kolam air paling asin di muka Bumi dan merupakan titik terendah di Bumi.

Tingkat salinitasnya yang tinggi, lebih dari 30 persen, menjadikan perairannya sangat kaya akan mineral dan bermanfaat untuk kesehatan jika kita mandi di laut tersebut. Namun karena sangat asin, perairan tersebut tidak dapat mendukung adanya kehidupan laut.

Namun, Laut Mati telah menyusut secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, yang kemungkinan besar disebabkan karena perubahan iklim.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close