Trending

Danu ngaku beli nasgor jam 3 pagi, publik: Aneh, nyari makan kok dini hari?

Baru-baru ini, Ki Anom Al-Aziz mendatangi kediaman Muhammad Ramdhanu alias Danu untuk meminta keterangan mengenai kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat. Kala itu, dia ditemani Kepala Desa atau Kades setempat, Indra Zainal Imam.

Sayangnya, saat proses tanya-jawab berlangsung, Ki Anom tak diperbolehkan merekam suara atau gambar Danu. Namun, dia bersumpah atas nama Tuhan, keterangan Danu yang disampaikan asli, alias tanpa rekayasa.

Muslima Fest

Kala itu, Danu mengatakan, di malam pembunuhan, dia sempat keluar rumah untuk mencari makanan. Sebab, dia mengaku sudah terlalu lapar.

“Entah kebenaran atau kebohongan, dia bersumpah di hadapan Pak Kades, dia mengatakan jam 2.55 pagi itu dia keluar rumah. Danu dengan sejujurnya mengatakan ingin membeli nasi goreng karena lapar,” ujar Ki Anom menceritakan pengakuan yang diutarakan Danu, dikutip Hops, Senin 25 Oktober 2021.

Mobil Alphard di Subang. Foto Youtube.
Mobil Alphard di Subang. Foto Youtube.

Syahdan, tukang nasi goreng tutup, Danu kemudian kembali ke rumahnya dan melintasi kediaman Tuti-Amel. Hasilnya, dia bertemu dengan dua sosok mencurigakan yang diduga merupakan pembunuh korban.

“Danu mengatakan dengan jujur, ada sosok wanita dan laki-laki (di TKP), dia dengan jelas melihat kedua sosok tersebut,” terangnya.

Menurut keterangan Danu, dua sosok mencurigakan tersebut masih terbilang muda, yakni berusia 25 tahunan. Ki Anom berharap, kesaksian Danu tersebut mempermudah polisi menemukan siapa pelaku sebenarnya.

“Dia melihat perempuan dan laki-laki umur 25 tahunan, itu menurut keterangan Danu. Mudah-mudahan ini bisa menjadi saksi kunci untuk membedah dan membuka ya,” tegasnya.

Warganet soroti pernyataan Danu Subang

Danu saat beri keterangan di kasus Subang. Foto: Capture.
Danu saat beri keterangan di kasus Subang. Foto: Capture.

Menariknya, pernyataan Danu yang dikisahkan Ki Anom tersebut mendapat tanggapan sinis dari warganet yang membacaranya. Mereka bertanya-tanya, untuk apa Danu membeli nasi goreng jam tiga pagi?

“Beli makanan kok jam 2 lebih, padahal enaknya ngorok. Ini malah kelaparan,” tulis James Siregar.

“Gimana sih Danu, jam 3 kok keluyuran beli nasi goreng?” kata Syamsul Bachri.

“Danu paling mudah dipengaruhi, jadi ceritanya juga berubah-ubah,” komentar Shania.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close