Trending

Dapat dukungan dari SBY, politisi Demokrat usul agar Jokowi jadi pahlawan

Setelah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung pemerintah, kini politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik mengusulkan agar Presiden Joko Widodo alias Jokowi jadi pahlawan kesehatan.

Awalnya, Rachland Nashidik mengomentari soal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diharapkan bisa mulai difokuskan oleh pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 dan memberikan bantuan sosial (bansos) terhadap rakyatnya.

“Pak Presiden, mohon, tetapkanlah APBN dengan dua prioritas darurat,” kata Rachland Nashidik dikutip dari akun jejaring media sosial Twitter miliknya, pada Jumat, 29 Juli 2021.

Prioritaskan APBN untuk membantu rakyat!

Presiden Jokowi. Foto: Antara
Presiden Jokowi. Foto: Antara | Dapat dukungan dari SBY, politisi Demokrat usul agar Jokowi jadi pahlawan

Rachland mengatakan, pemerintah seharusnya bisa memprioritaskan APBN untuk berbagai pelayanan kesehatan masyarakat, di antaranya tes PCR Covid-19 gratis, membangun fasilitas kesehatan darurat, perlindungan tenaga kesehatan hingga tabung oksigen gratis.

“Mengatasi Pandemi: membiayai PCR gratis bagi rakyat, menyediakan vaksin unggul dan program vaksinasi yang lekas, membangun fasilitas kesehatan darurat, menyediakan tabung oksigen gratis, perlindungan nakes, dan lain-lain,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, prioritas lain yang bisa diwujudkan oleh pemerintah demi kepentingan rakyatnya ialah dengan memberikan sembako dan makanan gratis.

Meningat bahan pokok makanan jadi salah satu kompenen yang palung krusial dalam menghadapi karantina wilayah.

Oleh sebabnya, agar kebijakan pemerintah soal karantina wilayah berhasial, Rachland menyarankan agar pemerintah bisa memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya.

“Memberi rakyat makan. Sebelum itu, tetapkan karantina wilayah. Lockdown atau karantina wilayah dalam pandemi besar ini sangat krusial. Karena itu, agar tujuan karantina berhasil, negara wajib memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya agar rakyat tak lapar dan terpaksa keluar rumah,” jelasnya.

“Kami maklum, dua prioritas darurat itu pasti meminta kebesaran hati Presiden untuk menunda prioritas lain, termasuk pembangunan infrastruktur,” tambahnya.

Jadilah pahlawan kesehatan publik!

Menurut Rachland, kebijakan tersebut tidak akan sulit dilakukan pemerintah karena sudah memiliki landasan UU Corona.

Sebagai kepala negara sekaligus penentu nasib bangsa, dia mengimbau kepada Jokowi agar segera membuat rancangan APBN darurat.

Lebih lanjut, Rachland juga mendorong agar Jokowi jadi pahlawan kesehatan publik yang keberadaannya selama ini ditunggu rakyat.

“Dengan Perppu Covid yang sudah Anda (Jokowi) undangkan, hak budgeting kini sudah seluruhnya ditarik ke tangan Anda. Maka, tetapkanlah APBN darurat itu segera. Jadilah pahlawan kesehatan publik yang ditunggu rakyat,” tandasnya.

SBY dukung Presiden Jokowi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim ikut angkat bicara soal doa Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

Dia menilai, SBY sebenarnya dukung Presiden Jokowi terkait langkah pemerintah dalam mengatasi badai pandemi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, SBY memanjatkan doanya, agar sang Khalik membimbing Pemerintah Indonesia dalam menghadapi virus Corona.

Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin,” kata SBY melalui akun jejaring media sosial Twitter pribadinya.

Presiden Jokowi dan SBY
Presiden Jokowi dan SBY di Istana Merdeka pada 2017. Foto BPMI Setpres

Menanggapi hal tersebut, Luqman Hakim menilai doa yang dibuat oleh SBY merupakan bentuk dukungan pribadinya terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Bagi saya, doa Pak SBY adalah bagian dari wujud dukungan Pak SBY kepada Presiden Jokowi, agar dengan pertolongan Tuhan mampu membawa bangsa Indonesia memenangkan perang terhadap pandemi Covid-19 ini,” ujarnya, dikutip Hops dari Rmol pada Kamis, 29 Juli 2021.

Di sisi lain, pernyataan SBY soal doa terhadap pemerintah itu juga melambangkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang religius.

Bahkan sudah seharusnya dalam setiap denyut nadi perjalanan bangsa menyatukan dua pendekatan, yakni bekerja keras sekaligus berdoa memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terlebih, Luqman menilai dengan berdoa kepada Tuhan maka bangsa Indonesia diberikan kekuatan dan pertolongan.

“Para kiai, ulama, dan pemuka agama sudah sejak lama berdoa, bermunajat dan bermujahadah kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, agar bangsa Indonesia diberi kekuatan dan pertolongan menghadapi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close