Fit

Darah haid bisa untuk masker kecantikan: Mitos atau fakta?

Memiliki wajah glowing tentu menjadi impian sebagian wanita. Berbagai cara rela dilakukan demi mendapatkan wajah yang cantik. Bahkan ada pula yang menempuh cara yang terbilang ekstrem seperti menggunakan darah haid sebagai masker wajah. Namun apakah benar jika darah haid dapat digunakan sebagai masker wajah dan membuat wajah glowing?

Selama ini darah menstruasi dianggap sebagai darah yang kotor dan memiliki kesan jorok. Meski demikian, sebagian orang mempercayai adanya manfaat darah haid untuk wajah seperti mengatasi jerawat, mencegah munculnya jerawat dan membuat wajah glowing.

Baca juga: Selain penggelapan uang, Irwansyah juga pernah dilaporkan terkait penipuan

Baca Lainnya

  • Melansir Dokter Sehat, ternyata beberapa kepercayaan masyarakat mengenai darah haid yang memiliki manfaat untuk wajah belum memiliki bukti secara ilmiah. Bisa dikatakan bahwa manfaat-manfaat tersebut masih merupakan mitos belaka.

    Ilustrasi wanita memakai masker
    Ilustrasi wanita memakai masker. Foto: Pexels

    Cerita yang beredar di masyarakat hanyalah cerita dari mulut ke mulut dan sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Karena belum terbukti secara ilmiah, perawatan ini tentunya menjadi perawatan yang tidak disarankan.

    Darah haid sebenarnya bukan sepenuhnya darah kotor, melainkan sama seperti darah yang keluar dari tubuh ketika seseorang terluka.

    Meskipun begitu, darah yang keluar ketika menstruasi tidak dapat dikatakan bersih karena telah bercampur dengan jaringan pada dinding rahim yang ikut luruh bersama darah tersebut.

    Memang benar ada sel punca yang terdapat pada darah menstruasi. Sedang dilakukan penelitian sebatas pada model hewan, untuk menguji kemampuan sel punca untuk memperbaiki proses penyembuhan luka pada kulit.

    Namun belum ada bukti medis yang cukup kuat untuk mendukung penggunaan masker wajah dari darah menstruasi.

    Ilustrasi wanita memakai masker wajah. Foto: Bridgesward di Pixabay

    Kecerahan wajah, dikutip dari Healthier Indonesia, sebagian besar ditentukan oleh minimalnya penumpukan lapisan luar kulit yang sudah mati. Sehingga pembaharuan lapisan sel kulit terjadi terus menerus. Nah, penumpukan lapisan luar kulit yang sudah mati bisa diminimalkan dengan eksfoliasi.

    Sedangkan, untuk mengatasi jerawat diperlukan zat yang berfungsi sebagai anti-radang dan anti-bakteri.

    Belum ada bukti ilmiah yang mengatakan darah menstruasi memiliki kemampuan eksfoliasi maupun kemampuan anti-radang dan anti-bakteri pada kulit. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengaplikasikan darah haid langsung pada wajah.

    Jika menginginkan kulit wajah yang cantik, mulus dan sehat, pilihlah perawatan yang sudah terbukti kebenarannya secara ilmiah. (CTH)

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close