Trending

Masjid ditutup, pasar dibuka, Ustaz Das’ad Latif: fungsi masjid bisa dipindah ke rumah, pasar tidak

Pemerintah pusat menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Salah satu aturan dalam PPKM Darurat Jawa-Bali itu, yakni penutupan sementara rumah ibadah seperti masjid, pura, gereja, dan lainnya.

Penutupan sementara masjid dan rumah ibadah lainnya selama PPKM Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021, guna mencegah menekan kasus Covid-19 di Indonesia.

Namun tidak sedikit masyakat yang mengkritisi aturan masjid ditutup sementara. Mereka membandingkan dengan pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari yang tetap diizinkan buka, walaupun dengan pembatasan maksimal 50 persen dari kapasitas.

Terkait kontroversi ini, Ustaz Das’ad Latif pun angkat bicara. Menurutnya, segala fungsi-fungsi yang ada di dalam masjid boleh dipindahkan ke rumah.

Hal itu disampaikan Ustaz Das’ad Latif dalam video yang diunggah di kanal YouTube Das’ad Latif.

“Saya pengikut fatwa Majelis Ulama Indonesia. Ustaz manapun saya ikut majelis ulama. Di dalam majelis ini berkumpul orang-orang hebat. Ada ahli fiqih, ahli sejarah, ahli sosial. Mereka semua bermusyarah, kemudian disimpulkan kalau rumah ibadah ditutup,” tutur Das’ad.

Lebih lanjut dikatakan Das’ad, “Kenapa masjid ditutup pasar dibuka? Pahami baik-baik. Semua fungsi-fungsi masjid boleh dipindahkan dan dilakukan di rumah,” ungkap Das’ad di kanal YouTube Das’ad Latif yang dilihat Hops.id, Jumat (9/7/2021).

“Apa maksudnya? Salat berjamaah boleh di rumah, berdoa boleh di rumah, ngaji boleh di rumah, zikir boleh di rumah, ” kata Das’ad.

Ilustrasi ibadah di masjid. Foto: bisnis.com
Ilustrasi ibadah di masjid. Foto: bisnis.com

Sementara itu, terkait pasar dibuka, Ustaz Das’ad Latif menyebut kondisinya berbeda dengan fungsi-fungsi yang ada di masjid.

“Tapi fungsi-fungsi pasar tidak bisa dipindahkan ke rumah. Mau beli beras, tidak ada beras, apa beli di rumah sendiri berasnya? Kalau penjual beras tidak ada masalah, tapi orang lain?”ujarnya.

“Begitu juga kalau habis gas. Dan tidak semua juga pasar dibuka. Hanya pasar-pasar tertentu,” tutur Das’ad Latif.

Dia juga mengingatkan kepada warga agar bijaksana dalam menyikapi pesan-pesan yang ada di media sosial. Menurutnya, tak sedikit pesan-pesan bernada kebencian yang diunggah ke media sosial. Untuk itu, Das’ad  meminta warga agar bijaksana dalam bermedsos.

“Bijaksana dalam menerima pesan-pesan media sosial. Karena ada pesan media sosial yang sentiment, orang yang share hanya berisi kebencian. Habis energi, tenaga, hanya untuk berdebat,” tutur Das’ad Latif.

Dia juga berpesan kepada pemerintah agar lebih serius lagi menangani pandemi Covid-19 di negara ini.

Das’ad juga meminta para pengusaha terutama yang bergerak di bidang alat kesehatan untuk tidak menjadikan pandemic Covid-19 ini sebagai ladang bisnis. “Kami ridho kalian bisnis tambang, bisnis ladang kelapa sawit, silakan tapi jangan Covid-19 ini dijadikan ladang bisnis. Masyarakat kita hilang nafkah, hilang keluarga. Demi Allah tidak berkah hidupmu sampai akhirat!” tutur Das’ad.

Ustaz juga berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu. “Nggak enak kita punya hidup semasa Covid-19. Kemana-mana pakai masker, kemana-mana selalu stress,” tutup Das’ad.

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close