Trending

Database diduga dihack sebut Jokowi dan UU ITE, Kejagung sampai minta bantuan intelijen siber

Database Kejaksaan Agung Republik Indonesia diduga dihack atau diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab, bahkan untuk mengantisipasi hal tersebut, Kejagung sampai minta bantuan tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengaku sedang menelusuri dugaan peretasan database Kejaksaan Agung.

Muslima Fest

“Pusdaskrimti sedang menelusuri apakah hal ini merupakan data peretasan lama atau kasus baru,” kata Leonard, pada Rabu malam, 17 Februari 2021, mengutip Suara.

Untuk menindaklanjuti dugaan kasus peretasan, Leonard menegaskan bahwa Pusdaskrimti telah melakukan upaya dan langkah antisipatif, di antaranya dengan menginstruksikan kepada para aku pengguna agar mengganti password yang sebelumnya dipakai.

Hal tersebut diupayakan untuk menghindari penyalahgunaan aplikasi.

Hacker
Ilustrasi hacker. Foto: Pixabay | Database diduga dihack sebut Jokowi dan UU ITE, Kejagung sampai minta bantuan intelijen siber

Lebih lanjut, pihaknya kini terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tim dari BSSN guna mendapat informasi tambahan perihal pelaku dan dugaan peretasan tersebut.

“Sampai saat ini Tim Teknologi Informasi pada Pusdaskrimti Kejaksaan Agung terus berkomunikasi dengan BSSN untuk menindaklanjuti informasi peretasan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, database kejaaksaan RI diduga diretas alias dihack oleh seseorang dengan nama samaran Gh05t666nero. Database tersebut selanjutnya diunggah oleh peretas ke laman https://raidforums.com/.

Dalam narasai yang diungkapkan oleh si peretas, dia membahas tentang Presiden Jokowi yang baru-baru ini meminta kepada rakyat Indonesia untuk aktif menyampaikan kritikan dan masukan.

Bahkan dalam narasi tersebut, si peretas juga membahas tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang direncanakan bakal kembali digodok alias direvisi oleh pemerintah.

Gedung Kejaksaan Agung RI. Foto: Suara
Gedung Kejaksaan Agung RI. Foto: Suara

Menurut si hacker, pernyataan Jokowi soal revisi UU ITE hanya kebohongan belaka yang dipakai untuk menutupi pernyataan dari masyarakat terkait pandangan kepada pemerintah anti kritik.

Hur-r-rayy comeback is real! Halo pemerintah Republik Indonesia kalian sibuk ngebacot tentang Undang-Undang ITE kalian pikir kami mudah tertipu dengan jebakan Batman kalian? Betapa manisnya kalian berkata Masyarakat bebas mengkritik Pemerintah, pernyataan JOKOWI ini hanyalah KEBOHONGAN yang digunakan untuk menutupi STATEMENT MASYARAKAT tentang REZIM ANTI KRITIK dan hal tersebut hanyalah OMONG KOSONG!!!,” tulis Gh05t666nero.

Sebagaimana diketahui keberadaan BSSN merupakan hasil revitalisasi dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Atau bisa juga dikatakan bahwa BSSN berasal dari gabungan antara dua organiasi besar di bidang intelijen yakni antara Lemsaneg dan Badan Siber Nasional.

Topik

1 Komentar

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close