Trending

Demi Allah usai divaksin penis gak bisa ereksi, banyak yang ngaku

Beberapa waktu lalu ada narasi vaksin Covid-19 bisa membantu meningkatkan vitalitas pria. Tapi belakangan muncul pengakuan beberapa orang yang usai divaksin anunya nggak bisa ereksi.

Pengakuan ini muncul bukan cuma dari satu orang saja lho. Mereka yang ngaku nggak bisa ereksi setelah divaksin ada beberapa lho.

Pengalaman vitalitas pria terganggu berbeda-beda. Salah satu orang yang sudah divaksin mengeluh dalam akun Instagram @teluuur yang selalu mengampanyekan anti Covid-19.

Divaksin jadi nggak bisa ereksi

Pengakuan usai divaksin nggak bisa ereksi
Pengakuan usai divaksin nggak bisa ereksi. Foto Instagram @teluuur

Nah salah satu pria yang mengaku lewat DM itu menceritakan, saat vaksin pertama aman saja, nggak ada masalah. Namun setelah menerima vaksin kedua, si pria anonim itu mengeluh penisnya jadi nggak bisa ereksi gitu.

Awalnya si pria itu menduga penisnya nggak bisa ereksi karena faktor lain, namun setelah dicermati si pria itu menduga melemahnya fungsi penisnya itu kemungkinan dampak dari vaksin kedua.

Si pria ini awalnya nggak mau mengungkapkan apa yang ia alami, namun setelah menyadari banyak pria yang sudah divaksin mengalami keluhan yang sama dengan dirinya, maka dia langsung bercerita ke akun tersebut.

Pas vaksin kedua baru kelamin saya gak bisa ngaceng. Kirain bukan efek dari vaksin. Pas ramai banyak yang mengalaminya, baru saya berani bersuara. Saya pakai vaksin Sinovac min,” tulis pengakuan si pria itu dengan menyertakan bukti sertifikat vaksin, dikutip dari akun Instaram @teluuur, Jumat 9 April 2021.

Pengakuan pria lainnya juga mirip. Terdampak efek dari vaksin kedua, penisnya jadi nggak bisa ereksi seperti biasanya. Pria ini juga akhirnya memberanikan diri bersuara soal dampak vaksin yang ia alami setelah membaca banyak keluhan pria nggak bisa ereksi di media sosial @teluuur.

Pengakuan pria lainnya, mengungkapkan setelah divaksin kedua, dia mengalami meriang panas dingin serta ngilu badannya.

Kemudian si pria itu memeriksakan diri ke dokter dan diresepkan untuk beli obat 3 macam.

Alhamdulillah (setelah minum obat resep dokter) reda efek yang itu. Pas selang beberapa hari abis divaksin, saya mau berhubungan intim sama istri. Ya gitu deh efeknnya penis saya lemes gak bangun,” tulis pria ini mengaku.

Karena mengalami masalah ereksi, si pria ini sampai berobat alternaif ke terapi tukang pijat. Oleh tukang pijat dijelaskan semuanya normal.

Postingan pengakuan efeek vaksin pada ereksi penis ini mendapat banyak respons komentar dari warga Instagram.

Ada warganet yang membalas, mengaku dia masa-sama sudah divaksin tapi aman-aman saja. Nggak kejadian ereksi penisnya terganggu.

Sudah sudah divaksin..nggak ada efek apa-apa biasa saja. Saya tetap jalankan prokes,” jelas akun @fikri.amrullah.

Sumpah demi Allah

Pengakuan usai divaksin nggak bisa ereksi
Pengakuan pria yang divaksin nggak bisa ereksi. Foto Instagram @teluuur

Ada lagi pengakuan seseorang atas dampak vaksin Sinovac yang dialami teman suaminya, setelah divaksin ereksinya jadi terganggu. Malahan pengakuan ini disertai dengan sumpah demi Allah pula.

Temen suamiku satpam di area Semarang semuanya disuruh vaksin dari perusahaan, untung waktu itu suamai saya gak berangkat..taunya semua satpam satpam yang divaksin itu semuanya gak bisa ‘maaf (ngaceng) alat kelaminnya. ini nyata saya brani sumpah di ata alquran!” tulis pengakuan istri tersebut.

Atas munculnya beberapa pengakuan dampak vaksin nggak bisa ereksi, beberapa warganet meragukan pengakuan tersebut. Masa segitunya sih.

Malahan ada yang menuding pengakuan ini hoax semata.

Aduh ketawa aja gua baca ginian,” tulis akun @moodykzky.

Ada pula pengakuan seorang istri yang nggak masalah tuh suaminya setelah divaksin.

Laki gw udah seminggu noh divaksin ehh malah makin kenceng ajah mintak jatahnya k gue,” ujarnya.

Entah mana yang benar ya Sobat Hopers, kamu ada yang punya pengalaman setelah divaksin nggak, yuk komentarnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close