Trending

Demo besar di Hari Sumpah Pemuda, aparat sudah ‘mencium’ anarko

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020, unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law bakal digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta. Aparat gabungan dari Polri dan TNI mewaspadai kemunculan kelompok anarko.

Ada 6000 tentara dari Kodam Jaya yang disiagakan di sekitar lokasi aksi unjuk rasa. Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya sudah memetakan strategi dengan mengimbangi eskalasi massa. Mereka juga mengantisipasi kemunculan kelompok anarko.

Baca juga:Relawan Jokowi ngebet menteri inisial P di-reshuffle, bukan Prabowo tapi…

Aparat waspadai kelompok anarko

Kelompok anarko sindikalisme belakangan banyak disebut berkaitan dengan aksi unjuk rasa menentang Omnibus Law. Anarko adalah kata yang mengacu kepada ‘anarki’ atau “anarkisme”. Menurut Merriam Webster, anarkisme merupakan suatu teori politik yang menganggap semua bentuk otoritas pemerintahan tidak diperlukan.

Demonstrasi Omnibus Law undang-undang Cipta Kerja
Demonstrasi Omnibus Law undang-undang Cipta Kerja Foto: Rmol

Untuk mengantisipasi demo hari ini, aparat sudah mengantisipasi banyak hal. “Untuk penjagaannya total personel kami ada 3.900 orang. Meski demikian kita siapkan pasukan cadangan juga. Nah, itu total keseluruhan personel 6.000 orang. Itu semua kita siapkan untuk antisipasi, kita lihat juga eskalasinya,” ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Selasa, 27 Oktober 2020, dikutip dari Suara.com.

Pihaknya mengedepankan strategi humanis untuk mencegah bentrokan dengan peserta aksi. Dudung mengklaim sudah bisa membaca pergerakan para demonstran hingga kelompol anarko.”Kita sudah antisipasi dan kemungkinan-kemungkinan eskalasi massa pada 28 Oktober dan 2 November, kita memang sudah bisa membaca petanya yang teman-teman lakukan termasuk dari mahasiswa dan buruh, bahkan anarko. Kita sudah siapkan antisipasinya,” katanya.

Dudung memastikan jika ditemukan kelompok anarko dipastikan nantinya akan ada pembinaan yang dilakukan dari petugas TNI atau pun dari Polri. “Nanti kita lokalisir dan akan ada pembinaan-pembinaan dengan bahasan wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Buruh ikut aksi dalam semangat Hari Sumpah Pemuda

Selain mahasiswa, ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) akan ikut dalam aksi.

Demo buruh mahasiwa di DPRD Malang
Demo buruh mahasiwa di DPRD Malang. Foto: Antara/Pool-Aziz Ramadani

Ketua Umum FSP LEM SPSI, Arif Minardi, mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi lanjutan yang pernah digelar 6 hingga 8 Oktober 2020.

Menurut Arif, dalam aksi buruh FSP LEM SPSI ini mengusung tema semangat Sumpah Pemuda melawan resesi ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 dan menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) batalkan UU Cipta Kerja.

“Kami meminta bapak Presiden RI menerbitkan Perppu pembatalan UU Omnibus Law Cipta Kerja,” kata Arif dalam keterangan, Kamis.

Ia menambahkan, aksi tersebut akan diwarnai sejumlah orasi dari para buruh. Kemudian akan ada perwakilan buruh yang memakai pakaian daerah dalam aksi unjuk rasa.

“Setelah orasi akan dibacakan sumpah buruh dengan menghadirkan perwakilan buruh dengan memakai pakaian daerah,” ungkapnya.

Semoga unjuk rasa hari ini berlangsung dengan damai ya, sesuai dengan semangat Hari Sumpah Pemuda.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close