Trending

Denny: Apakah Habib Rizieq pulang bagian dari strategi Amerika, bisa jadi

Pegiat media sosial Denny Zulfikar Siregar menyoroti mengapa isu-isu China dan antek aseng belakangan kian gencar di Tanah Air. Dia pun menyinggung tentang rencana kepulangan Habib Rizieq dan kemungkinan kaitannya dengan strategi Amerika.

Lantas seperti apa pandangannya? Menurut dia, publik ada baiknya membuka mata siapa sebenarnya di balik isu-isu mengenai China. Termasuk, siapa juga yang menggerakkan demo-demo besar dengan balutan agama di Tanah Air.

Baca juga: Ade Armando tegas bela Macron: Umat Islam justru harus terima kasih ke dia

Sebab menurutnya, polanya sangat mirip sekali dengan yang terjadi di Libya dan Suriah. Denny menjelaskan, belakangan Amerika nampak sangat ingin menguasai Indoensia. Namun, hal itu masih agak kesulitan.

Sebab masih ada rakyat yang tak percaya dengan AS, terutama organisasi muslim di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), yang dianggap terus berada di belakang pemerintahan yang sah.

“Itulah benteng yang besar dan kuat, di mana Amerika tidak bisa menguasai Indonesia. Jadi saya percaya, datangnya Mike Pompeo ke sini dan bertemu dengan Ansor adalah bagian untuk meyakinkan NU supaya mau bekerja sama dengan Amerika,” kata Denny disitat dalam saluran Youtube Cokro TV, Kamis 5 November 2020.

Keyakinan Denny soal niat bulus AS dipercaya tak salah. Sebab selama kunjungannya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terus berbicara tentang bahayanya China, dan partai komunis mereka.

Habib Rizieq. Foto: Youtube
Habib Rizieq. Foto: Youtube

“Penting buat Amerika menguasai Indonesia. Apalagi di sini ditemukan sumber energi baru pengganti minyak bumi, yakni nikel. Yang menjadi bahan dasar pembuatan baterai mobil listrik,” kata dia lagi.

Sebagai catatan, Indonesia saat ini sebagai produsen nikel terbesar di dunia.

Denny singgung Habib Rizieq dengan Amerika

Kedatangan Mike Pompeo ke Tanah Air beberapa waktu lalu dinilai tak berbuah hasil. Sementara adanya kelompok radikal yang dianggap bisa jadi kaki tangan AS di Nusantara, dinilai Denny masih tak terlalu punya pengaruh besar.

Tetapi, tambah dia, Amerika pasti tidak akan berhenti. Sebab mereka dinilai akan terus berusaha sampai keinginannya tercapai. Kalau perlu, kata Denny, negara yang melawan akan dibuat serusak-rusaknya.

“Saya dengar juga sih Habib Rizieq mau pulang ke Indonesia, apakah ini bagian dari strategi Amerika? Karena gagal merayu Pemerintah Indonesia dan NU? Bisa jadi.”

Mobil serba putih Habib Rizieq
Mobil serba putih Habib Rizieq Foto: Ist

“Karena polanya mirip dengan yang terjadi di beberapa negeri timur tengah. Seperti Suriah. kalau enggak bisa diajak berteman, ayo kita hajar saja Indonesia. Begitu mungkin yang ada di pikiran mereka,” katanya.

Berebut gelar superpower AS vs China

Pada kesempatan itu, Denny juga menjelaskan jika sudah menjadi hal mahfum jika ada ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Keduanya disebut tengah melakukan perebutan gelar negara superpower.

Keduanya kemudian saling berebut pengaruh. Menariknya jika dahulu perang ideologi, kini perang modern sudah merambah ke perang ekonomi. Apalagi China sedang melebarkan sayapnya dengan menyebar mata uang Yuan supaya suatu saat akan menjadi mata uang internasional.

Menariknya, banyak negara-negara yang tadinya mendukung AS, kata Denny, kemudian banyak yang menoleh ke China. Sebab, China dianggap lebih lunak, dan royal dalam mengeluarkan uang untuk membantu secara ekonomi, ketimbang AS.

Sementara AS, dinilai mulai membiayai kelompok-kelompok radikal demi kepentingannya.

“Situasi akan makin menarik, dan mungkin akan semakin panas. Karena China juga bisa jadi tidak tinggal diam, ketika Amerika memaksakan kehendaknya di negara ini,” katanya.

Lihat videonya di bawah ini:

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close