Trending

Denny bongkar ‘borok’ KPK: Suci bak malaikat dan suka sebut orang berdosa, ternyata…

Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan sejumlah ‘borok’ alias keburukan dari lembaga anti korupsi, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sebuah acara bertajuk ‘Gaspol! Bersama Denny Siregar’, awalnya dia membahas soal pegawai KPK yang dikabarkan mencuri emas seberat dua kilogram.

Terkait informasi tersebut, Denny Siregar mengaku tidak kaget lantaran lembaga yang dianggap banyak orang sebagai malaikat itu memang memiliki sisi kekurangan.

Secara khusus Denny menjelaskan maksud dari ungkapannya yang menyebut bahwa KPK sebagai malaikat. Dia menilai, belakangan ini ketika KPK menjadikan seseorang tersangka, maka secara otomatis pihaknya melakukan tekanan melalui berita-berita di media massa, sehingga menyudutkan orang yang bersalah.

“Enggak kaget, karena selama ini KPK sering dianggap malaikat oleh banyak orang, dianggap sangat bersih dan suci, sehingga tidak mungkin akan melakukan kesalahan-kesalahan. Ini yang membuat ketika seseorang jadi tersangka oleh KPK, dia secara otomatis melalui tekanan media, itu sudah jadi orang yang bersalah,” ujar Denny dalam sebuah saluran YouTube, dikutip Hops pada Senin, 12 April 2021.

“Ini terjadi karena KPK sudah terdeskripsikan dibenak banyak orang seperti malaikat, namanya malaikat kalau sudah bilang orang berdosa, ya berdosa aja kan begitu,” sambungnya.

KPK bak lembaga malaikat

Pegawai KPK memakai seragam. Foto: Antara
Denny bongkar ‘borok’ KPK | Pegawai KPK memakai seragam. Foto: Antara

Denny mengungkapkan padahal KPK bukanlah lembaga malaikat, sebagai contoh kasus yang baru-baru ini justru dilakukan oleh seorang pegawai lembaga anti korupsi yang mencuri sebuah barang bukti dalam bentuk emas dua kilogram.

Dengan demikian, dia mencurigai dalam kasus korupsi lain yang lebih besar, bisa jadi KPK melakukan hal yang sama atau bahkan menyembunyikan banyak lah yang diketahui oleh publik.

“Padahal KPK bukan malaikat, mereka pasti punya banyak hal yang tidak pernah diawasi, termasuk barang bukti emas 2 kilogram itu yang dicuri sendiri oleh pegawai KPK. Itu baru emas 2 kilogram, pertanyaannya bagaimana kasus besar KPK yang lain, seperti Hambalang dan sebagainya. Apakah benar KPK tidak menyembunyikan banyak hal di sana?,” kata Denny.

Alasan mengapa sangat mendukung revisi UU KPK

Denny Siregar. Foto: YouTube CokroTV
Denny bongkar ‘borok’ KPK | Denny Siregar. Foto: YouTube CokroTV

Oleh sebab itu, kata Denny, sejak awal dia sangat mendukung adanya Undang-Undang Revisi UU KPK yang sempat didemo oleh banyak orang. Padahal dengan adanya UU revisi KPK yang sudah diterbitkan, kini KPK memiliki tim yang tugasnya untuk mengawas kinerja mereka.

Artinya, segala aktivitas dari KPK diawasi langsung oleh tim pengawas agar tidak terjadi penyelewengan tugas. Namun kini yang timbul pertanyaan, apakah pengawas KPK sudah bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan.

“Itulah yang membuat saya teriak mendukung adanya Undang-Undang Revisi UU KPK, sekarang setelah ada UU revisi akhirnya ada dewan pengawas di KPK yang selama ini tidak ada,” tutur Denny.

“Nah pertanyaannya, apakah dewan pengawas sudah mulai bekerja sesuai tugasnya untuk mengawasi di internal KPK, benarkah pegawai KPK bekerja dengan benar atau mereka banyak yang bermain di kasus-kasus barang bukti seperti kasus pencurian emas 2 kilogram itu?,” lanjut dia.

Integritas KPK bakal anjlok?

Ilustrasi gedung KPK
Denny bongkar ‘borok’ KPK | Ilustrasi gedung KPK Foto: Antara

Ketika ditanya soal integritas KPK, Denny menilai bahwa lembaga tersebut kini sudah berada diujung tanduk lantaran kasus petugas KPK yang mencuri barang bukti. Makanya enggak heran, kalau nanti timbul persepsi di wajah publik mengenai KPK sebagai lembaga anti korupsi yang didalamnya juga ada koruptor.

“Integritas KPK itu dibangun melalui media. KPK sebelum adanya UU revisi KPK itu selalu bermain melalui media untuk membangun integritasnya sebagai lembaga yang sangat bersih dan suci. Sehingga saya bilang KPK terperspesikan sebagai malaikat,” ungkap Denny.

“Ketika ada kasus yang ternyata tidak sesuai dengan banyak kinerja KPK, akhirnya orang melihat ternyata KPK tidak sebersih itu, tidak sesuci itu. Makanya terjadi yang kemarin pencurian emas, meskipun kecil ya, akhirnya orang terbuka matanya, memang KPK bukan malaikat, KPK juga bisa salah, dan orang-orang di dalamnya punya niat buruk untuk memperkaya dirinya. Jadi lembaga anti korupsi, yang di dalamnya juga ada koruptornya,” tandasnya.

Kasus pegawai KPK curi barang bukti emas

Kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seorang pegawai KPK curi emas batangan nyaris Rp 2 kg.

Lebih parahnya lagi, emas yang dicuri merupakan barang bukti, hasil sitaan KPK dari tangan terpidana kasus suap dan gratifikasi Yaya Purnomo.

Diketahui pelaku berinisial IGA ini tercatat sebagai Satgas yang bertugas di Direktorat Penyimpanan Barang Bukti dan Sitaan atau Labuksi KPK.

IGA terbukti menggasak emas batangan mencapai 1,9 kilogram, barang bukti koruptor. Hasil curiannya tersebut digunakan untuk membayar utang setelah gagal berbisnis trading Forex.

“Karena yang bersangkutan memerlukan dana untuk bayar utang-utangnya cukup banyak tersangkut dalam bisnis yang tidak jelas Forex itu,” Kata Ketua Dewan pengawas KPK Tumpak Hatorongan di Gedung KPK Lama C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 8 April 2021, mengutip laporan Suara (Jaringan Hops.id).

Buntut dari aksi pencurian yang dilakukannya, IGA pun dipecat secara tidak hormat dari lembaga antirasuah. Ia juga dilaporkan ke Polda Metro Jakarta Selatan dan kini menjalani pemeriksaan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close