Trending

Denny Siregar kesel Sandiaga Uno, adem terobati pidato Risma

Seharian ini, pegiat media sosial Denny Siregar terus menyerang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Musababnya adalah kampanye Sandiaga soal wisata halal di Indonesia. Denny Siregar berpandangan wisata halal adalah salah fokus Sandiaga. Beberapa cuitan Denny Siregar kritik Sandiaga Uno soal wisata halal.

Denny Siregar mengaku kesal banget dengan rencana wisata halal yang digaungkan Sandiaga lho sobat Hopers. Saking kesalnya sama Sandiaga Uno soal wisata halal ini, sampai-sampai obatnya adalah Menteri Risma. Lho maksudnya bagaimana itu ya?

Menteri Sandiaga Uno memang langsung tancap gas untuk bekerja. Sandiaga mengungkapkan mendapat pesan dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Jokowi meminta Sandiaga fokus pengembangan 5+5 destinasi super prioritas, sedangkan dari Maruf Amin titip mendorong pengembangan wisata halal dan wisata religi. Titipan wisata halal ini disoal berbagai kalangan, salah satunya Denny Siregar.

Denny Siregar kritik Sandiaga Uno

Sandiaga Uno. Foto: Tangkapan layar Youtube Atta Halilintar
Sandiaga Uno. Foto: Tangkapan layar Youtube Atta Halilintar

Denny Siregar hari ini fokus menyerang dan kritik gagasan wisata halal yang digaungkan Sandiaga Uno lho. Menurutnya konsep wisata halal itu salah kaprah, nggak kreatif banget sih jadi menteri.

Dalam rangkaian cuitannya, Denny Siregar menguliti konsep wisata halal yang dimaksud.

“Ribut lagi masalah wisata halal…Sudah 3 menteri bicara wisata halal, dan sekarang @sandiuno kembali bilang gitu. Kenapa sih kok gak kreatif ? Apa ga ada ide lain selain menghalal2kan wisata, seolah2 daerah yang diwisatakan itu haram??” tulis Denny dikutip Senin 28 Desember 2020.

Dia menuliskan, kalau maksudnya wisata halal yakni menunjukkan ke wisatawan mana saja titik halal di berbagai lokasi pariwisata di Indonesia, ngapain capek-capek bikin program wisata halal. Kan cukup saja dibuatkan aplikasi terintegrasi yang menunjukkan mana saja lokasi wisata yang menyediakan makanan halal dan tempat ibadah gitu.

“Kalau cuman mau nunjukin tempat2 halal utk kuliner atau tempat ibadah buat turis Timteng di Bali misalnya, ngapain pake konsep wisata halal segala? Buat aja aplikasi untuk tunjukin dimana kuliner halal dan tempat ibadah. Masak ide ginian aja harus ganti 3 Menteri Pariwisata?” kritiknya ke Sandiaga Uno.

Bali nggak usah dihalalin

Ground Zero Bom Bali
Ground Zero Bom Bali. Foto Instagram @didik16

Soal rencana penerapan wisata halal, Denny menilai justru bisa merusak ekosistem wisata andalan di Indonesia, misalnya wisata di Pulau Dewata.

“Bali tahun 2018, sumbang 40 persen pendapatan pariwisata, atau Rp 100 triliun buat Indonesia. Ga usah dihalal2in segala. Mending @sandiuno fokus besarkan wisata di daerah2 yg kurang promosi dgn konsep wisata budaya. Turis itu tergantung apa yg disajikan, bukan pake agama,” katanya.

Dia membandingkan penataan wisata Indonesia dengan wisata halal ala Thailand dan Jepang. Dua negeri ini, jelas Denny, sukses menerapkan wisata halalnya.

“Thailand dan Jepang berhasil dgn program wisata halalnya, karena mereka menjaga warisan budaya muslim di daerahnya seperti masjid-masjid. Itu seperti muslim di Timteng, belajar budaya muslim di negara lain. Orang Timteng ke Indonesia ogah, soalnya disini lebih Timteng dari mereka,” ujarnya.

Kesal Sandiaga obatnya pidato Risma

Mensos Tri Rismaharini. Foto: Instagram
Mensos Tri Rismaharini. Foto: Instagram

Nah setelah Denny kesal melihat konsep yang digaungkan Sandiaga Uno, dia merasa terobati dengan pidato Menteri Sosial Tri Rismaharini gitu lho sobat Hopers.

Pidato yang dimaksud yakni pidato Menteri Risma di depan pegawai Kemensos usai dia dilantik pekan lalu.

Dalam pidato tersebut, Risma mengatakan pegawai Kemensos jangan kaget dengan ritme kerjanya. Risma mengatakan bisa datang ke kantor lebih pagi dari para pegawai Kemensos.

Dalam video itu, Mensos Risma awalnya mengatakan kepada para pegawainya agar tak heran dengan budaya kerja yang telah melekat pada diriya, yakni yang selalu datang lebih pagi dari pada para pekerja lainnya.

Meski selalu mengusahakan datang awal, kata Risma, dia juga sering pulang paling belakangan dari pada pegawai lainnya.

Sistem kerja semacam ini bisa dibilang ‘ngeri’ bagi para pegawai yang kerap datang terlambat ke kantor, terutama para pegawai di Kementerian Sosial.

“Temen-temen nggak usah kaget kalau saya datangnya pagi sekali. Kalau teman-teman pokoknya datangnya nggak terlambat saja, tapi saya suka datang pagi. Jadi nggak usah sungkan sama saya, di kantor itu saya datang paling pagi, pulang paling malam,” ujar Risma.

“Karena saya harus cari itu yang tadi saya sampaikan, mungkin ada yang enggak bisa makan, mungkin enggak bisa tidur, saya harus tangani itu, jadi saya mungkin mutar,” lanjutnya.

Risma pun menyindir secara halus para pejabat yang tak amanah dengan mengatakan bahwa ia tak ingin nantinya tidak bisa masuk surga hanya karena keliru dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial.

“Jangan sampai nanti saya juga takut jadi menteri ini, nanti saya enggak bisa masuk surga gara-gara saya keliru jalankan ini. Nanti (di akhirat), Risma kamu enggak bisa masuk (surga), waktu kamu jadi Menteri Sosial, kamu ada yang enggak kamu kerjakan,” ujar Risma.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close