News

Data Denny Siregar bocor, Roy Suryo: Kominfo pantas ditertawakan rakyat, ambyar

Insiden data pribadi buzzer Denny Siregara bocor di media sosial menjadi perhatian. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo menyoroti respons cepat dari Kominfo atas kasus data bocor Denny Siregar. Roy Suryo membandingkan respons Kominfo dalam kasus blokir internet Papua dengan data bocor seorang Denny Siregar.

Data privasi Denny bocor saat sang pegiat media sosial jadi sorotan karena postingan kontroversial di Facebook tentang santri bibit teroris. Denny Siregar protes kepada provider nomor handphonenya, Telkomsel dan Kementerin Komunikasi dan Informatika. Dia meminta penjelasan kenapa data pribadinya bisa bocor ke orang lain.

Baca juga: Jangan parno pertemuan Prabowo-Airlangga, bukan bahas 2024

Merespons protesnya Denny itu, Kominfo meminta Telkomsel menelusuri insiden data bocor ini. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulisnya menyatakan telah meminta penyelenggara jaringan bergerak seluler untuk melakukan investigasi internal berkaitan dengan adanya indikasi kebocoran data pelanggan.

Pantas ditertawakan rakyat

Roy Suryo pakar telematika
Roy Suryo akan lakukan debat dengan listrik Foto: Antaranews

Roy Suryo mengaku heran dengan respons beda antara kasus data bocor Denny Siregar dengan blokir internet Papua. Mantan menteri era Presiden SBY itu membandingkan berita Menkominfo berdalih tak bisa memblokir internet Papua, namun nyatanya terjadi pembatasan akses internet pada masa kerusuhan Papua kurang lebih setahun lalu.

Sedangkan dalam kasus Denny, Menkominfo malah langsung gerak cepat meminta Telkomsel menelusuri kasus data bocor sang buzzer tersebut.

“Terus terang kasihan terhadap @kemkominfo kalau begini,
Urusan besar yang menjadi concernnya (masalah Internet Papua) & berdampak bagi masyarakat tampak “menghindar”, Namun urusan remeh-temeh yang sangat personal begini langsung sigap. Pantas kalau ditertawakan Rakyat. AMBYAR,”
tulis Roy Suryo mengkritik Kominfo dalam cuitan di Twitternya dikutip Selasa 7 Juli 2020.

Kritikan Roy Suryo ini mendapat banyak respons dari warganet Twitter lainnya. Rata-rata dalam komentar di postingan itu, warganet heran juga dengan beda sikap Kominfo dalam merespons dua masalah tersebut. Warganet heran kenapa kasus Denny Siregar yang dikenal sebagai buzzer pemerintah ini, Kominfo kok cepat dan tegas meresponsnya.

Beberapa warganet juga menertawakan sikap beda Kominfo itu. Ada pula yang menyertakan tagar #NegerikuAmbyar dan #DagelanRepublik.

Investigasi

informasi virus corona
Menkominfo Johnny Plate

Menkominfo meminta Telkomsel untuk investigasi internal dan menelusuri apakah terjadi pencurian atau kebocoran data pelanggan. Johnny menegaskan setiap pelanggaran hukum atas data pribadi akan diproses secara hukum.

“Kementerian Kominfo juga menegaskan kembali agar setiap orang tidak menyalahgunakan atau melakukan pelanggaran hukum terkait data pribadi milik orang lain. Segala pelanggaran akan diproses secara hukum,” jelasnya dikutip dari laman Kominfo, Senin 6 Juli 2020.

Menurut Menteri Johnny, dalam pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi yang telah diatur dalam Permenkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Penyelenggara jaringan bergerak seluler selaku badan usaha wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan.

Menkominfo menegaskan sesuai dengan ketentuan Pasal 17 ayat (3) dan ayat (5) Peraturan Menteri Kominfo 12/2016, penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib merahasiakan data dan/atau identitas pelanggan serta wajib memiliki sertifikasi paling rendah ISO 27001 untuk keamanan informasi dalam mengelola data pelanggan.

Belakangan Denny bersyukur Kominfo bergerak menelusuri keluhannya. Dia berharap Kominfo bisa belajar dari kasusnya dan ke depan tak ada lagi kejadian mirip dengan yang dialaminya.

“Akhirnya @kemkominfo bergerak. Semoga bisa lebih fokus lagi, jadi kita dorong mereka lebih kuat lagi,” tulis Denny.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close