Trending

Di balik penumpasan teroris Papua, sosok inilah yang bikin KKB minggat dan minta ampun

Kelompok Kriminal Bersejata (KKB) belakangan ini jadi sorotan publik lantaran aksi kejinya menganggu dan membunuh warga sipil di Papua. Ternyata dibalik keberhasilan aparat gabungan TNI-Polri menumpas sekelompok teroris di Papua, ada sosok Jendral yang bikin KKB minggat sampai minta ampun.

Sebagaimana dikabarkan Sindo, pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua saat ini sudah makin terpojokan. Hal tersebut tak lain berkat adanya operasi gabungan antara personel TNI dan Polri lewat Satgas Nemangkawi yang terus melancarkan serangan terhadap kelompok yang kini sudah dilabeli organisasi terorisme oleh Pemerintah.

Keberhasilan tim gabungan TNI-Polri tersebut tentu tak terlepas dari dua sosok hebat yang memimpin operasi pemberantasan teroris di tanah Papua.

Dua sosok itu ialah Brigjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Kepala Operasi Nemangkawi Polri dan Kepala Operasi Nemangkawi TNI, Brigjen TNI Tri Budi Utomo.

Brigjen TNI Tri Budi Utomo (kanan) saat masih berpangkat kolonel dan ditunjuk sebagai Dangrup A Paspampres pada 2019. Foto: Puspen TNI
Brigjen TNI Tri Budi Utomo (kanan) saat masih berpangkat kolonel dan ditunjuk sebagai Dangrup A Paspampres pada 2019. Foto: Puspen TNI

Ketika dinakhodai dua orang hebat tersebut, sejumlah keberhasilan yang cukup gemilang dan membagakan telah diraih. Masyarakat sipil pun merasa aman dan terlindungi dari adanya gerakan KKB yang sebelumnya kerap membuat kacau di sejumlah distrik atau desa Papua.

Tangkap ratusan orang, peluru, hingga kembalikan simpatisan KKB ke NKRI

Dikabarkan pula, kolaborasi antara TNI-Polri mampu memberantas kelompok teroris yang ada di Papua. Tercatat, 105 orang yang terlibat KKB maupun para simpatisannya berhasil ditangkap.

Selain itu disita pula 48 pucuk senjata api, 933 butir amunisi, tahun 2020. Kemudian, menembak mati Hengky Wamang pada 16 Agustus 2020 yang merupakan kelompok Kalikopi.

Selanjutnya, menembak mati Danton Kelompok Kalikopi, Feri Ilas, pada 28 Februari 2021. Kemudian, ajudan Leswin Waker serta dua personel teroris KKB tewas di Mayuberi dan salah satu yang terbesar adalah penangkapan Victor Yaimo yang merupakan salah satu DPO aktor kerusuhan di Jayapura tahun 2019 pada 9 Mei 2021 di Abepura.

“Saya genggam dengan penuh rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga Papua Karena Papua adalah Indonesia Sa Papua Sa Indonesia,” kata Roycke, dikutip Hops pada Jumat, 21 Mei 2021.

Sosok Brigjen Roycke Harry Langie. Foto: Berita Manado
Sosok Brigjen Roycke Harry Langie. Foto: Berita Manado | Di balik penumpasan teroris Papua, sosok inilah yang bikin KKB minggat dan minta ampun

Di sisi lain, dua pemimpin tersebut juga berhasil membua 21 anggota NRFP minta ampun dan kembali ke pangkuan NKRI.

Kemudian dilanjut dengan pencapaian terkait penangkapan penyandang dana dan pemasok kelompok Kriminal Teroris Bersenjata Egianus Kogoya. Penegakan hukum siber Nemangkawi juga telah menangkap lima tersangka ujaran kebencian yang menyebar hoaks genosida ras Papua melalui Medsos.

Tidak hanya pendekatan penegakan hukum, Brigjen Roycke juga berhasil melakukan upaya soft aproach kepada masyarakat melalui pembinaan Binmas Noken Nemangkawi yang begitu banyak di terima oleh masyarakat.

“Binmas Noken Nemangkawi hadir melalui berbagai kegiatan, di antaranya program Pembagian Baksos, trauma healing khususnya bagi anak-anak, Polisi Pi Ajar memberikan bantuan bibit ternak, memberikan cara beternak dan berkebun yang baik kepada peternak maupun petani orang asli Papua. Pendampingan dan pemberian pupuk serta bibit diberikan pula,” ujarnya.

Kinerja Brigjen Roycke dan tim juga telah mendatangkan dampak positif, support dan apresiasi, utamanya perihal penegakan hukum dari masyarakat.

Salah satunya Tokoh Adat dan selaku Kepala Desa Kampung Sapalek, Sakarias Yelipele memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada kinerja TNI-Polri dalam menjaga keamanan di kota Wamena terutama di kampung Sapalek.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close