Trending

Dia sakit hati! Kriminolog Ikrak Sulhin yakin pembunuh Tuti Amel ialah…

Kriminolog Ikrak Sulhin turut mengomentari kasus pembunuhan Subang yang melibatkan korban ibu dan anak Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). Dia menyinggung mengapa kasus ini belum bisa mengungkap siapa pelaku pembunuh Tuti dan Amel.

Pertama-tama dia mengatakan ada beberapa faktor yang membuat penyelidikan terhambat. Yakni soal motif pembunuhan. Motif sendiri, kata dia, biasanya bisa diketahui dalam komunikasi terkahir atau via media sosial korban.

Motif juga bisa diketahui dari saksi yang mendengar pembicaraan atau percakapan antara korban dengan sejumlah saksi yang diperkirakan sebagai pelaku. “Kedua, selain motif adalah bukti. Untuk menemukan bukti atau petunjuk tentu ini tak mudah, sebut saja seperti DNA yang juga mesti ada pembanding,” katanya di AKI Pagi, dikutip Hops.id, Sabtu 25 September 2021.

Bukti untuk menentukan pelaku juga bisa didapat dari rekaman CCTV. Adapun dari perkembangan yang ada memang ada sejumlah rekaman yang bisa membantu Polisi. Tetapi semua, kata Ikrak, semua dikembalikan ke Polisi.

Amalia Mustika Ratu alias Amel Subang. Foto: Instagram.
Amalia Mustika Ratu alias Amel Subang. Foto: Instagram.

Pembunuh Tuti Amel orang dekat

Ikrak kemudian menyinggung pembunuhan dari kacamata ilmu kriminalitas. Kata dia, dari sejumlah penelitian, dan kajian-kajian, tipologi kasus seperti ini cenderung biasanya dilakukan oleh orang dekat.

Jarang sekali pembunuhan dilakukan oleh orang tak dikenal. “Kecuali orang asing yang terlibat dalam kasus perampokan lalu ketahuan, dan akhirnya melakukan kekerasan dan pembunuhan. Tetapi memang umumnya lebih bersifat interpersonal,” katanya.

Artinya kata dia, diyakini sekali pelaku pembunuh Tuti dan Amel adalah orang yang ada di lingkaran terdekat korban. Motifnya diduga sakit hati, bisa jadi asmara dan materi. “Bisa karena sakit hati dendam,” katanya.

Dia juga menyebut pembunuhan ini diduga sangat terencana. Sebab kalau bersifat stranger atau orang asing, akan kelihatan sekali ketidakrapihan pembunuhan, dan Polisi bisa mudah menebak ada unsur perlawanan dari korban.

Almarhum Tuti (kiri) dan Yoris (kanan). Foto: Ist.
Almarhum Tuti (kiri) dan Yoris (kanan). Foto: Ist.

“Kemungkinan berencana, ada pentahapan. Tahap pertama dia sakit hati, lalu dia tak lagi bisa mengakomodasi dalam tanda petik berdamai dengan perasaan yang dimiliki, lalu melakukan pembalasan secara terencana (membunuh),” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close