Hot

Miris! Gegara tolak Nagita jadi ikon PON, Dian Sastro disebut teman muka dua

Dian Sastro menunjukkan dukungan penuh terhadap komika Arie Kriting atas protesnya terkait penunjukan Nagita Slavina sebagai ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) itu sudah memberikan komentar dukungan untuk Arie sejak pertama kali Arie menyuarakan aspirasinya.

Muslima Fest

Dian pun menjelaskan bahwa dirinya tidak ada masalah dengan Nagita Slavina. Namun dia sepakat sebaiknya, sosok perempuan Papua yang mewakili PON yang akan dilangsungkan di Papua itu.

“Nagita itu teman saya, tapi Indonesia itu warna warni. Sudah waktunya saudara2 Papua merasa terwakili,” tulisnya di kolom komentar unggahan Arie Kriting (3/6/2021).

Aktris Dian Sastrowardoyo
Aktris Dian Sastrowardoyo. Foto: Instagram @therealdisastr

Sebenarnya, tidak hanya Dian Sastro yang mendukung Arie. Ada banyak artis centang biru lain yang juga mendukung Arie.

“Setuju bgt!! Semoga pendapat seperti ini bisa dilihat dari sisi positif dan tentu untuk semangat cinta tanah air….,” tulis @augiefantinus.

“Setuju bianget!!!!!,” tulis @hanungbramantyo.

“Setuju bukan main,” tulis @didietmaulana.

“Betul sekali setuju,” tulis @happysalma.

Buzzer sudah menyerang dekotomi ‘duta’ dan ‘ikon’,” tulis @killthedj.

Namun sayang, oleh sebab pernyataannya, Dian harus mendapat serangan tajam dari netizen.

Penunjukan Duta dan Ikon PON XX Papua. Foto: Instagram @boazsolossa
Penunjukan Duta dan Ikon PON XX Papua. Foto: Instagram @boazsolossa

“Teman yg mukanya ada dua,” komen @rizkarahmaniaa_.

“Kenapa engga dari kemarin2 mba sayang. Ada jalur yg lebih elegan disbanding rebut di sosmed. Duduk bareng pihak2 terkait. Kasian Nagita lagi hamil. Niat dia baik mau promosiin PON. Kalau pun salah dimata mba. Coba japri dari awal. Punya nomer nya kan,” sahut akun @elisna2202.

“Canda teman wkwkwkwkwkwk maaf mau nanya lagi muka double itu apa yahh,” tulis @baesoul__.

“Wah, kok blunder sekali mba Dian. Indonesia warna warni, tapi kehadiran Nagita dipermasalahkan? Warna warni seperti apa itu?,” tulis @thai.tea.ice.

“Kemana anda di PON 2016 Jawa Barat yg dutanya bukan orang Jawa Barat??? Duta PON Jabar waktu itu Maria Selena! Knp ributnya baru sekarang? …. Teman bisa bicara langsung tapi komen anda di postingan sebelum ini ngatain Nagita dan Raffi hegemoni sangat disayangkan!,” komentar @camzanti23.

Kritik Arie Kriting

Sebelumnya, Arie Kriting mengomentari kabar terkait penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta Pekan Olahraga Nasional alias PON XX. Apalagi, baru-baru ini beredar foto mengenai Nagita yang mengenakan pakaian adat Papua.

Arie mengatakan bahwa penunjukan Nagita ini bisa mendorong terjadinya cultural appropriation, yang seharusnya di representasikan langsung oleh perempuan Papua.

Arie Kriting. Foto: Detik
Arie Kriting. Foto: Detik

Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua.,” terangnya.

Lebih lanjut, menurutnya dengan kehadiran sosok perempuan Papua sebagai Duta PON XX Papua bisa menghindarkan terjadinya cultural appropriation dan menajdi sinyal baik atas keberagaman Indonesia.

Pada akhirnya nanti kesuksesan PON Papua tidak hanya tercapai secara pelaksanaan event, tetapi juga sukses menjadi perekat kesatuan bangsa. Mari kita tunjukkan dan banggakan keberagaman kita sebagai Bangsa Indonesia. Salam sayang untuk semua,” jelasnya.

Arie juga menyebutkan ada banyak sosok perempuan Papua yang dinilainya lebih pantas, sebut saja diantaranya penyanyi Nowela, olahragawati Lisa Rumbewas, finalis Miss Indonesia 2019 Putri Nere, serta model Monalisa Sembor.

“Pilihannya ada banyak kok, Nowela, Lisa Rumbewas, Putri Nere, Monalisa Sembor, dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” sebutnya.

Arie pun mengatakan apa yang diungkapkannya bukan keresahan pribadi.

“Keresahan ini sebenarnya hadir di dalam pikiran banyak orang. Semoga kita bisa sama-sama mendorong agar representasi Perempuan Papua pada ajang yang diadakan di daerah mereka sendiri, bisa terwujud. Mari menjadi bangsa yang menghormati perbedaan,” tutup Arie dalam unggahannya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close