Unik

Diduga sebabkan ledakan di Lebanon, amonium nitrat punya sederet manfaat

Ledakan besar yang terjadi di kota Beirut, Lebanon diduga disebabkan oleh adanya bahan kimia sebanyak 2.750 ton. Bahan kimia tersebut adalah amonium nitrat yang tersimpan secara tidak aman di gudang dekat pelabuhan selama kurang lebih enam tahun.

Ledakan di Lebanon yang terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2020 tersebut cukup besar dan menewaskan puluhan orang. Sejauh ini, sekitar 78 orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Baca juga: Kesaksian orang Indonesia soal detik-detik ledakan Lebanon

Amonium nitrat yang diduga menjadi penyebab ledakan di Lebanon merupakan garam ionik yang terdiri dari kation amonium (NH4) dan anion nitrat (NO3) sehingga menjadi formula senyawa amonium nitrat (NH4NO3). Senyawa ini berbentuk kristal namun mudah larut.

Meski bersifat eksplosif, zat amonium nitrat punya berbagai manfaat. Berikut ini beberapa di antaranya.

Pupuk untuk menyuburkan tanaman

Melansir laman Study.com, amonium nitrat memiliki beberapa manfaat. Umumnya, senyawa ini digunakan sebagai pupuk yang kaya akan nitrogen untuk menyuburkan tanaman. Pada industri pertanian, senyawa ini dibutuhkan.

Ledakan di Beirut Lebanon
Ledakan di Beirut Lebanon. Foto Instagram @nemounak

Selain memiliki kandungan nitrogen yang tinggi, senyawa ini juga harganya terjangkau.

Bahan peledak

Selain digunakan untuk menyuburkan tanaman, senyawa ini juga dapat digunakan sebagai pembuatan bahan peledak.

Senyawa ini merupakan salah satu komponen utama pembentuk bahan peledak yang disebut ammonium nitrate fuel oil (ANFO), yang merupakan campuran dari 94 persen amonium nitrat dan 6 persen bahan bakar minyak.

Dalam campuran ini, senyawa ini berfungsi sebagai zat pengoksidasi untuk bahan bakar. Di Amerika Serikat, ANFO adalah komponen dalam 80 persen bahan peledak yang digunakan karena biayanya yang terjangkau dan stabilitasnya yang tinggi.

Ledakan di Beirut Lebanon
Ledakan di Beirut Lebanon. Foto Instagram @nemounak

Penggunaan ANFO, banyak ditemukan dalam penambangan batu bara, penggalian penambangan logam, dan konstruksi sipil. Kemudahan penggunaannya dapat melebihi manfaat bahan peledak lainnya.

Kepadatan senyawa tersebut, dilansir Byjus.com, mencapai 1,725 gram per sentimeter kubik dengan titik lebur 169 derajat celcius dan titik didih yang mampu membuatnya terurai pada 210 derajat celcius.

Meskipun merupakan komponen dari bahan peledak, senyawa ini bukanlah bahan peledak dengan sendirinya. Bahan tersebut harus dicampur dengan bahan peledak primer seperti azida untuk membentuk campuran bahan peledak.

Walaupun dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Penggunaan amonium nitrat perlahan-lahan dihapus oleh pemerintah di banyak negara karena kerap kali disalahgunakan. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close