Trending

Digeser dari kursi Waketum Gerindra, Arief Poyuono ungkap hal ini

Partai Gerindra disebut-sebut tengah melakukan upaya regenerasi kepengurusan. Di mana, Arief Poyuono yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, turut digeser jabatannya dari kepengurusan.

Posisinya dikabarkan digantikan oleh keponakan Prabowo Subianto, yakni Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Hal ini setidaknya dikonfirmasi oleh elite Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, pada Senin 14 September 2020.

Baca juga: Survei Pilpres: Anies makin merosot, Ridwan Kamil kian berkibar

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Suara.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Suara.

Dasco mengatakan, Sara saat ini tengah menjalani orientasi di partai selama beberapa hari ke depan. Beliau, kata Dasco ditunjuk sebagai salah satu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra periode 2020-2025.

Posisi ini, disebut-sebut menggeser kedudukan Arief Poyuono dari kursi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Lantas seperti apa respons Arief terkait hal ini?

Arief legowo

Seperti disitat Tribun, Rabu 16 September 2020, Arief Poyuono pun merespons terkait putusan Partai Gerindra yang menggeser kedudukannya dari Wakil Ketua Umum. Arief sendiri menjabat sebagai salah seorang Waketum sejak 2008 hingga 2020. Selama 12 tahun berada di nomenklatur kepengurusan partai, dia merasa telah gagal mengurus Gerindra.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto Instagram @kemenhanri

Kegagalan itu ditandai dengan kekalahan Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2014 dan 2019. “Saya merasa bahwa diri saya juga gagal dalam mengurus Partai Gerindra karena tidak bisa menjadikan Prabowo presiden. Itu tujuan saya, memenangkan Prabowo,” jelas Arief Poyuono.

“Kalaupun tidak diberikan jabatan lagi, saya kan sudah lama juga di situ, dari 2008 sampai sekarang, artinya harus ganti baru,” kata dia.

Arief Poyuono justru menganggap sosok muda seperti Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara lebih dibutuhkan untuk mengurusi jabatan Wakil Ketua Umum dan partai di tengah situasi Covid-19 saat ini.

“Tidak jadi (Waketum) memang karena satu, ini sudah Covid-19, saya meyakini ada tatanan baru politik di Gerindra. Sudah saatnya seorang Sara itu disiapkan untuk memimpin Partai Gerindra dengan segala pengalaman dia,” jelas Arief Poyuono.

“Dia anak orang mampu, anak berpendidikan, tetapi dia sangat merakyat. Perasaan dia itu perasaan rakyat kecil, itu yang dimiliki Sara yang saya kenal bertahun-tahun,” sambung dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close