Trending

Dijanjikan USD 1 juta, ini misi berat Pinangki dari Djoko Tjandra

Mantan jaksa, Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang dalam jumlah fantastis dari tersangka kasus hak tagih atau cassie Bank Bali, Djoko Tjandra.

Sejauh ini, Pinangki diduga sudah menerima uang sekitar Rp7 miliar. “Sementara kemarin yang beredar di media maupun hasil pemeriksaan pengawasan itu kan diduga sekitar USD 500 ribu, kalau dirupiahkan kira-kira Rp 7 miliar. Silakan dihitung karena fluktuasi nilai dolar kita tidak bisa pastikan, tetapi dugaannya sekitar US$500 ribu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Hari Setiyono, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menang 2-1 atas Qatar, timnas U-19 masih kurang di titik ini

Djoko Tjandra janjikan USD 1 juta

Terkuak, beberapa kali Pinangki menemui Djoko Tjandra di luar negeri. Pada awal November 2019, Pinangki selaku jaksa aktif bersama Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya bertemu si tersangka di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertemuan itu, Djoko Tjandra meminta Pinangki dan Anita untuk membantu mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Kepada si mantan jaksa, Djoko Tjandra menjanjikan imbalan senilai USD 1 juta.

Kuasa hukum Djoko Tjandra (kiri) bersama staf Kejagung yang disebut bernama Pinangki Sirna Malasari. Foto: ist/inews.id
Kuasa hukum Djoko Tjandra (kiri) bersama staf Kejagung yang disebut bernama Pinangki Sirna Malasari. Foto: ist/inews.id

“Kemudian sisa uang sebesar sebesar USD 450 ribu yang berada dalam penguasaan terdakwa Pinangki Sirna Malasari, lalu dilakukan penukaran valas melalui sopirnya saudara Sugiarto dan saudara Beni Sastrawan,” ungkap Hari dalam keterangannya, Kamis malam, 17 September 2020, dikutip dari Suara.com.

Pinangki diminta bikin action plan

Diiming-imingi imbalan fantastis, Pinangki dapat misi berat. Dia diminta bikin proposal ‘action plan’ untuk membebaskan terpidana Djoko Tjandra melalui fatwa MA. Hal itu terungkap dalam abstraksi kasus di dalam dakwaan yang disampaikan oleh Kapuspen Hukum Kejagung Hari Setiyono.

“Terdakwa Pinangki Sirna Malasari dan Anita Kolopaking bersedia memberikan bantuan tersebut. Kemudian Joko Soegiarto Tjandra bersedia menyediakan imbalan berupa sejumlah uang sebesar USD 1 juta untuk terdakwa PSM, untuk pengurusan kepentingan perkara tersebut,” kata Hari, dikutip dari Antaranews.

Jaksa Pinangki
Jaksa Pinangki Photo: Istimewa

Uang sebesar itu diserahkan melalui pihak ketiga. “Namun akan diserahkan melalui pihak swasta, yaitu Andi Irfan Jaya, selaku rekan dari terdakwa Pinangki Sirna Malasari. Hal itu sesuai dengan proposal ‘action plan’ yang dibuat oleh terdakwa PSM dan diserahkan oleh Andi Irfan Jaya kepada Djoko Soegiarto Tjandra,” katanya.

Hari menyebut dalam pertemuan di Kuala Lumpur, ada deal antara Djoko Tjandra dan Pinangki. Pertemuan itu membahas terkait fatwa Mahkamah Agung (MA) agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi.

“Saat itu, Djoko Soegiarto Tjandra setuju meminta terdakwa Pinangki Sirna Malasari dan Anita Kolopaking untuk membantu pengurusan fatwa ke MA melalui Kejaksaan Agung. Dengan tujuan agar pidana terhadap Djoko Soegiarto Tjandra berdasarkan Putusan PK Nomor:12 PK/ Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009 tidak dapat dieksekusi. Sehingga Djoko Soegiarto Tjandra dapat kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana,” jelasnya.

Diketahui pada Kamis, JPU Kejagung bersama Kejari Jaksel melimpahkan berkas dakwaan ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Pinangki akan segera disidangkan dan didakwa dengan tiga dakwaan.

Dalam kasus ini, Pinangki akan didakwa sebagai penerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pinangki juga akan didakwa melakukan pemufakatan jahat.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close