Trending

Dilabeli dungu pandir, JPU kasus HRS: Kami intelektual strata 2!

Persidangan terdakwa Habib Rizieq dalam kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Agenda persidangan adalah tanggapan jaksa atas eksepsi Habib Rizieq pada sidang sebelumnya. Nah JPU menangkis tudingan kubu HRS soal akrobatik hukum.

Jadi sebelumnya penasehat hukum Habib Rizieq mengeluhkan dan protes soal penuntut umum yang memainkan akrobatik hukum dalam kasus bekas Imam Besar FPI itu.

Pengacara Habib Rizieq merasa mereka dipersulit dan diping-pong dalam upaya mendapatkan keadilan dalam proses hukum Habib Rizieq.

Akrobatik hukum lucu jadi eksepsi

Sidang Habib Rizieq. Foto: Suara.
Sidang Habib Rizieq. Foto: Suara.

Jaksa penuntut umum menangkis tudiangan kubu Habib Rizieq soal manuver akrobatik hukum.

Dalam jawabannya, jaksa mengatakan istilah akrobatik hukum itu lucu. Jaksa menguraikan istilah akrobatik hukum itu tak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia lho.

Yang ada di kamus itu adalah akrobat hukum, jadi tudingan jaksa memainkan pasal akrobatik atau akrobatik hukum itu menurut jaksa aneh saja.

“Akrobat hukum dalam KBBI itu adalah putusan yang berubah-ubah secara mendadak dalam persoalan yang sama dan sering terjadi cabut-mencabut atau ralat-meralat suatu putusan atau kebijakan. Jadi akrobatik hukum lucu kalau dijadikan sebagai bahan eksepsi,” ujar salah seorang jaksa dalam persidangan itu dikutip dari Kompas TV, Selasa 30 Maret 2021.

Jaksa melanjutkan tidak berdasar tudingan akrobatik hukum oleh penasehat hukum Habib Rizieq. Jaksa berdalih penerapan pasal yang dikenakan pada tokoh FPI itu murni adalah aspek yuridis, tak ada faktor lain di luar itu kok.

“Tidak ada itu akrobatik hukum versi penasehat hukum. Penerapan pasal kepada terdakwa yang mana sehingga menafsirkan ada kepentingan non yuridis, itu tak tepat. Mengingat jaksa penuntut umum itu tugasnya menerima tuntutan. Kami JPU tak pernah pahami non yuridis, apalagi tudingan menjalankan kepentingan rezim,” tegas jaksa.

JPU HRS soal dungu dan pandir

Pengadilan praperadilan Habib Rizieq
Dua saksi di pengadilan Habib Rizieq Foto: Suara

Bukan itu saja lho, jaksa juga menangkis banget pelabelan mereka menjadi stempel kepentingan rezim yang dungu dan pandir.

Atas pelabelan negatif ini, jaksa penuntut umum merasa penasehat hukum Habib Rizieq sudah merendahkan kualitas penuntut umum.

Jaksa mengungkapkan istlah dungu dan pandir dari KBBI. Pandir adalah bodoh, bebal dan dungu adalah sangat tumpul otaknya, tidak cerdas, bebal, bodoh.

Jaksa mengatakan penggunaan kata atau diksi dungu dan pandir ini adalah sesat dipakai untuk dilabelkan pada jaksa penuntut. Sebab dengan demikian, artinya penasehat hukum menuding jaksa itu orang tak terdidik, berpikir dangkal dan lainnya.

“JPU ini kami yang menyidangkan ini adalah orang intelektual, rata-rata berstrata dua dan sudah berpengalaman,” jelas Jaksa.

Akrobatik hukum

Habib Rizieq di depan massa FPI
Habib Rizieq di depan massa pendukungnya Foto: Antara

Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) Aziz Yanuar menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melakukan ‘akrobatik hukum’ dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. JPU mempersulit tim kuasa hukum mendapatkan Turunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dikutip dari Sindo news, Aziz pun menyesalkan sikap JPU yang dinilainya tidak profesional itu. Padahal, lanjut Azis, turunan BAP tersebut adalah untuk kepentingan hukum pembelaan kliennya.

“Dengan tidak diberikannya turunan BAP tersebut artinya ada design secara sistematis agar klien kami tidak dapat membela di depan persiangan,” ujar Azis dalam keterangan tertulisnya yang diterima MNC Portal.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close