Trending

Dipecat Demokrat, Marzuki Alie: SBY biarkan fitnah, karma pasti nyata

Marzuki Alie dan enam orang kader Partai Demokrat lainnya telah dipecat dengan tidak hormat karena terbukti merong-rong internal partai. Dengan dipecatnya tujuh kader tersebut, maka mereka tak punya lagi hak dan kewajibannya sebagai anggota Partai Demokrat. Dipecat Marzuki Alie sindir SBY.

Nah Marzuki Alie nggak tinggal diam selepas dipecat dari Partai Demokrat. Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu mengingatkan soal fitnah dan karma dan menyinggung nama SBY alias Susilo Bambang Yudhoyono lho.

Marzuki Alie SBY ingatkan fitnah dan karma

Mantan Presiden SBY. Foto: Antara
Mantan Presiden SBY. Foto: Antara

Marzuki Alie merespons rilis pemecatannya dari Partai Demokrat. Dia menyoalkan tudingan tingkah laku buruk yang dilabelkan padanya. Dalam rilis itu, dasar Partai Demokrat memecat adalah lantaran Marzuki Alie diklaim terbukti bersalah bertingkah laku buruk melalui tindakan dan ucapannya di media massa soal kebencian dan permusuhan kepada partai.

Nah menjawab tudingan tingkah laku buruk itu, Marzuki protes dalam cuitannya dan sampai singung SBY pula lho.

“Tingkah laku buruk agar diterjemahkan, banding dg fitnah. SBY hrs tau, fitnah lebih kejam dr pembunuhan. Nabi jg bersabda : tdk akan masuk surga tukang fitnah, klo yg difitnah tdk memaafkan. Tukang fitnah itu bukan hanya buruk, tapi penjahat dan dzolim. Dan itu dibiarkan oleh SBY,” jawab Marzuki Alie dalam cuitannya dikutip Sabtu 27 Februari 2021.

Marzuki Alie menilai dengan langkah pemecatannya dan sejumlah kader lainnya, dia menilai Partai Demokrat telah melanggengkan dinasti.

Dia berjanji akan menerbitkan buku perjalanan Partai Demokrat dan SBY supaya menjadi catatan sejarah yang berbasis fakta bukan rekayasa.

“Yg jelas karma pasti akan terima balasannya. Langsung atau tidak langsung akan nyata, kita saksika saja episode2 berikutnya,” tulis Marzuki.

Pria asal Sumatera ini pun nggak terima dengan tudingan dicap sebagai pengkhianat partai. Membaca rilis pemecatannya, Marzuki merasa dia dipecat bukan dengan label pengkhianat. Maka dia mengingatkan kepada kader Demokrat untuk nggak asal bicara dia adalah pengkhianat.

“Sy tidak dicap penghianat, belajar baca baik2, karena kebencian, karena menjelekkkan pengurus. Nanti sejarah akan membuktikan sipa yang berkatakter buruk, penghianat partai yang sebenarnya,” jawabnya.

Marzuki pun menangkis soal dalih kader Demokrat, Yan Harahap soal keabsahan AHY sebagai Ketum Partai Demokrat sudah sesuai AD/ART.

Narasi yang beredar, AHY tak absah sebagai Ketum Partai Demokrat, sebab dia belum 5 tahun menjadi kader partai.

Namun narasi ini dibantah kubu Demokrat, sebab dasar penyelenggaraan Kongres V Partai Demokrat adalah AD/ART yang berlaku pada periode 2015-2020 yang mana sudah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham. Dalam AD/ART terbaru itu, untuk menjadi Ketum Partai Demokrat nggak perlu syarat 5 tahun menjadi kader.

Nah soal klaim dan dalih ini, Marzkuli punya bantahannya lho.

“AD/ART dirubah sendiri, tidak dibicarakan di Kongres. Kemenkumham tdk melihat cacat tidaknya, hanya mengesahkan bukan berarti isinya sdh benar. Nanti kita akan balikkan kondisi itu semua. Kebenaran akan hadir, kejahatan pasti akan berakhir secanggih apapun rekayasa itu,” tulis Marzuki.

Tingkah laku buruk

Marzuki Alie. Foto: Ist.
Marzuki Alie. Foto: Ist.

Partai Demokrat dalam rilisnya menyatakan Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya yakni menyatakan secara terbuka di media massa dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat, terkait organisasi, kepemimpinan dan kepengurusan yang sah.

“Tindakan yang bersangkutan telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat. Pernyataan dan perbuatan Marzuki Alie merupakan fakta yang terang benderang berdasarkan laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang ada,” jelas Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam rilisnya.

Oleh karena itu, menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya lagi, atau diperiksa secara khusus, sesuai dengan ketentuan Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat.

Berdasarkan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat, jelas bahwa Marzuki Alie telah melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, Pakta Integritas dan Kode Etik Partai Demokrat.

Tindakan Marzuki Alie sangat melukai perasaan para pimpinan, pengurus dan kader Partai Demokrat, di seluruh tanah air. Hal ini dibuktikan dengan adanya desakan yang sangat kuat dari para pimpinan dan pengurus serta para kader di tingkat DPP, DPD, DPC dan organisasi sayap, termasuk para senior partai, untuk memecat Marzuki Alie.

Mereka sangat marah atas perilaku Marzuki Alie, juga merasa sangat terganggu dengan pernyataan-pernyataan terbuka di media massa dari Marzuki Alie, yang menghambat kerja-kerja politik mereka untuk memperjuangkan harapan rakyat.

Sebagai konsekuensi atas tindakan Marzuki Alie, maka kepada yang bersangkutan diberikan sanksi tegas pemberhentian tetap sebagai Anggota Partai Demokrat. Untuk itu diterbitkan Keputusan tentang Pemberhentian Tetap Saudara Marzuki Alie sebagai Anggota Partai Demokrat melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close