Hobi

Disebut Trump sebagai ‘perusahaan militer komunis China’, Xiaomi bilang begini

Presiden AS yang kurang dari seminggu ini bakal lengser, Donald Trump berulah dengan memasukkan perusahaan rakasasa asal China, Xiaomi ke dalam daftar hitam untuk berinvestasi.

Pemerintahan Trump melalui Departemen Pertahanan AS menuding Xiaomi sebagai ‘perusahaan militer komunis China’. Langkah ini disebut bisa membuat perusahaan jadi rentan dengan peraturan eksekutif Trump yang melarang berinvestasi di perusahaan semacam itu.

Donald Trump. Foto: foter.com
Donald Trump. Foto: foter.com

Bukan cuma itu, langkah Trump ini juga disebut bisa memaksa perusahaan dan investor AS untuk melakukan divestasi pada perusahaan tersebut pada 11 November 2021 mendatang.

Sebagai informasi, dikutip Accurate, divestasi merupakan suatu pengurangan pada beberapa jenis aset dalam bentuk uang atau barang, yang bisa disebut bisnis penjualan yang sudah dipunyai oleh perusahaan. Hal ini adalah bentuk kebalikan dari investasi pada suatu aset baru.

Apa kata Xiaomi?

Menanggapi langkah Trump yang bisa dibilang kontroversi ini, Xiaomi akhirnya buka suara. Dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, Juru Bicara Xiaomi menyatakan bahwa akan tetap terus beroperasi sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

“Kami akan beroperasi sesuai dengan undang-undang dan peraturan yurisdiksi yang relevan dengan tempat kami menjalankan bisnis,” kata Juru Bicara Xiaomi dikutip Jumat, 15 Januari 2021.

Tak cuma itu, Xiaomi juga menegaskan bahwa mereka tidak dimiliki, dikendalikan atau pun berafiliasi dengan militer China.

CEO Xiaomi, Lei Jun. Foto: Yicai Global

“(Xiaomi) Tidak dimiliki, dikendalikan, atau berafiliasi dengan militer China, dan juga bukan ‘perusahaan militer komunis China’ yang ditentukan di bawah NDAA (National Defense Authorization Act),” tegas Xiaomi.

Xiaomi mengatakan saat ini pihaknya sedang meninjau konsekuensi potensial dari penunjukan DoD sebelum akhirnya mengambil tindakan.

Meskipun nantinya pemerintahan Biden mungkin bisa membatalkan keputusan Trump ini, mengingat masa jabatan Trump akan berakhir pada 20 Januari 2021, namun menarik untuk melihat bagaimana kelanjutan nasib Xiaomi yang dimasukkan dalam daftar blacklist ini.

Bukan pertama kalinya

Melansir Detik, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump beberapa kali memang selalu ‘menyerang’ perusahaan-perusahaan China. Sebelumnya China Telecom tersandung masalah izin operasi perusahaan.

Lalu jauh sebelum itu juga Huawei dan ZTE Corp mendapat kesulitan untuk beroperasi di AS lantaran akses pembelian perangkat telekomunikasinya diputus. Sementara, Huawei juga harus memakai lisensi khusus dari Kementerian Perdagangan AS jika ingin berbisnis di negeri Paman Sam itu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close