Trending

Dita Indah Sari ke buruh yang demo mulu: Jangan pikir dunia runtuh

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Dita Indah Sari meminta serikat buruh yang demo melulu untuk bersabar dengan penerapan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Kepada buruh yang protes regulasi itu, Dita berpesan untuk optimis dan jangan pikir dunia akan runtuh dengan pemberlakuan Omnibus Law.

Dita mengatakan serikat buruh yang protes Omnibus Law masih berpeluang memperbaiki ketentuan regulasi itu supaya berpihak pada buruh.

“Jangan pikir dunia akan runtuh, yang belum ada di UU (Omnibus Law) akan diperjelas di PP (peraturan pemerintah). Jangan pikir buruk dulu pemerintah tak akan mengakomodir dulu,” jelas Dita merespons protes dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal dalam Apa Kabar Pagi tvOne, Senin 12 Oktober 2020.

Baca juga: Ramai SBY danai demo UU Cipta Kerja, Demokrat: Mana bukti, dasar pengecut!

Dita Indah Sari ingin buruh ikut dialog dong

Demontran bakar halte Transjakarta
Demontran bakar halte Transjakarta. Foto Antara//Dhemas Reviyanto/aww.

Dita Indah Sari menjelaskan nantinya dalam aturan turunan UU Omnibus Law akan dibahas dan diatur lebih detail dalam undang-undang. Malahan Dita meyakinkan Said Iqbal dan teman buruh lainnya, nanti dalam aturan turunan ini memungkinkan kalangan buruh mengubah ketentuan yang tidak berpihak kepada mereka.

“Saya yakin bisa diubah di PP. Jadi apa yang belum dicantumkan misalnya soal lama kontrak, outsourcing, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang sudah masuk di Cipta Kerja tinggal dibahas saja durasi waktu lama kontrak,” kata mantan aktivis tersebut.

Untuk itu, Dita mengatakan Kementerian Tenaga Kerja sangat mengharapkan masukan atau kontribusi dari serikat atau kelompok buruh untuk berdialog dalam perumusan peraturan pemerintah.

Namun demikian sikap dikembalikan pada kelompok buruh, apakah berkenan mau terlibat dalam dialog penyusunan peraturan pemerintah atau tidak. Sebab Dita, menyadari, ada beragam sikap dari kalangan kelompok serikat buruh.

“Kalau mau yang milih legislative review silakan, kami tak halangi. Tapi saya minta teman buruh yang tak mau dialog PP tak perlu lah mendegradasi teman serikat yang ikut dalam dialog. Tak perlu sebutkan serikat yang kut dialog sebagai stempel pemerintah,” jelasnya.

Baca juga: Siapa dalang demo rusuh Omnibus Law, BIN: Pasti diungkap bisa dibuktikan

Dita mengatakan penyusunan peraturan pemerintah dan aturan turunan UU Omnibus Law akan dilakukan begitu draf UU tersebut diterima pemerintah dari parlemen.

“Dialog kemungkinan mulai minggu ini, DPR kalau tidak salah hari ini serahkan UU Omnibus Law ke pemerintah,” tuturnya.

KSPI emoh terlibat

Demo buruh. Foto: Realita.
Demo buruh. Foto: Realita.

Said Iqbal menegaskan kelompok buruh yang menolak Omnibus Law tidak mungkin terlibat dalam proses masukan pembahasan aturan turunan Omnibus Law.

Dibanding ikut dalam penyusunan aturan turunan tersebut, Said mengatakan KSPI akan menempuh opsi lain, bukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi lho.

“Kami tetap meminta executive dan legislative review, atau uji legislasi oleh DPR. Dia kan bukan wakil partai tapi wakil rakyat,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close