Trending

Dituding pasangi chip di vaksin corona, Bill Gates: Tuduhan gila!

Beberapa waktu belakangan marak beredar informasi yang menyebut jika Bill Gates berencana menggunakan micro-chip untuk melawan virus corona.

Sebagian besar tulisan yang beredar mengatakan, Bill Gates akan membuat vaksin kapsul, yang di dalamnya sudah terdapat chip dengan sertifikat digital.

Chip itu nantinya dapat menunjukkan siapa yang telah menggunakan vaksin terhadap corona dan siapa yang telah menentangnya.

Baca Juga: Dituduh buat virus corona, Bill Gates ungkap kelompok ini sebenarnya yang ‘main’

Kisah seputar Bill Gates yang disebut bakal menggunakan chip pada vaksin buatannya, untuk melawan virus corona setidaknya kian dipercaya banyak pihak.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto Instagram @brandsynario

Apalagi seolah diperkuat kutipan otentik dari ‘Q & A’ dengan sebuah situs web besar bermarkas di Amerika, Reddit. Kabar tersebut setidaknya viral dan terus dibagikan di sosial media.

Atas hal ini, sejumlah pihak pun menganggap postingan itu menyesatkan dan hoaks. Seperti yang disampaikan Kevin McHugh, salah satu penulis utama penelitian “quantum dot dye”.

“Teknologi quantum dot dye bukanlah micro-chip atau kapsul yang dapat ditanamkan manusia dan setahu saya tidak ada rencana (Bill Gates) untuk menggunakan ini untuk virus corona.”

Kata dia, Bill Gates memang menyebut kemungkinan vaksinnya memiliki “sertifikat digital” untuk catatan kesehatan, tetapi dia tidak mengatakan sertifikat ini akan menjadi “implan micro-chip.”

Tudingan ini juga dibantah Yayasan Bill dan Melinda Gates yang berbicara langsung pada Reuters.

“Sertifikat digital itu berkaitan dengan upaya untuk menciptakan platform digital open source dengan tujuan memperluas akses ke pengujian yang aman,” katanya.

Tuduhan gila

Sementara itu, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun televisi China, CCTV, Bill Gates mengatakan, tuduhan dirinya pembuat virus corona termasuk menanamkan micro-chip pada vaksin yang dibuatnya adalah ironi.

Apalagi, dia telah menginvestasikan miliaran dolar AS untuk mengatasi penyakit menular, termasuk penyakit yang bisa menyebabkan pandemik.

“Kita sedang berada di situasi yang gila. Jadi, pasti akan banyak tuduhan gila yang beredar,” kata Gates.

“Kita perlu mencari siapakah konstruktor vaksin terbaik yang dapat membuat obat terbaik dan kita perlu melakukan itu tanpa hanya berfokus pada satu negara. Kita perlu membuatnya untuk seluruh dunia, termasuk negara yang tidak memiliki dana untuk membayar penelitian vaksin atau pabrik pembuat vaksin.”

Petugas medis RS Alexandra Singapura. Foto: Asiaone.
Petugas medis RS Alexandra Singapura. Foto: Asiaone.

Menurutnya, tidak semua negara mampu membiayai penelitian tersebut atau pabrik pembuat vaksin. Untuk diketahui, Gates merupakan salah satu tokoh yang gencar dalam mencari obat untuk Covid-19. Namun, hal ini justru mengundang argumen kalau Gates adalah orang di balik penciptaan virus corona.

Ungkapan Gates kemudian ditambahkan Mark Suzman, kepala eksekutif Bill & Melinda Gates Foundation. Kata dia mengatakan tuduhan penciptaan virus dan pemasangan micro-chip pada Bill Gates adalah teori konspirasi yang sesat.

Menurut Suzman, tuduhan itu tak berdasar. Dia kemudian menyebut jika isu ini sengaja diangkat kaum antivaksinator.

“Sangat menyedihkan, bahwa saat ini ada orang yang menyebarkan informasi yang salah ketika kita semua harus mencari cara untuk berkolaborasi dan menyelamatkan hidup orang banyak,” kata Suzman disitat New York Times, Selasa 21 April 2020.

Pendapat senada disampaikan Claire Wardle, direktur eksekutif First Draft –sebuah organisasi yang memerangi disinformasi online, dia mengatakan narasi tudingan Gates memang cukup gencar disuarakan orang-orang antivaksin.

Kata dia, teori konspirasi yang menyebut Bill Gates terlibat dan menciptakan Covid-19 dan memasang chip pada vaksin dianggap dapat merusak apa yang orang pikirkan tentang vaksin corona.

“Narasi ini memiliki potensi bagian dari kampanye online yang terkoordinasi dan bisa membuat orang tak mau menggunakan vaksin virus,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close