Trending

DKI kembali cetak prestasi, Ferdinand: Bohong! Itu pembodohan publik!

Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean turut mengomentari hasil survei Tom Tom Traffic Index yang menyebut DKI Jakarta keluar dari daftar 10 kota termacet di dunia. Ferdinand beranggapan, klaim tersebut berlebihan dan terkesan membohongi rakyat.

Sebelumnya, melalui akun Twitter resminya, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan rasa bangga serta terima kasihnya lantaran label ‘kota termacet di dunia’ tak lagi melekat di tubuh Ibu Kota.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta. Menurut Tom Tom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia,” tulis pengelola akun tersebut, dikutip Senin 18 Januari 2021.

Hasil Survei Tom Tom Traffic Index. Foto: Pemprov DKI.

Lebih jauh, Pemprov DKI mengklaim, kini Jakarta turun ke peringkat ke-31 dari total 416 kota lainnya. Maka, dengan pencapaian tersebut, mereka patut berbangga diri.

“Sejak 2017, peringkat Jakarta terus membaik. Hingga tahun ini, keluar dari 10 besar dan berada di peringkat 31 dengan persentase 36 persen (turun 17 persen dari tahun sebelumnya). Artinya, Jakarta semakin tidak macet,” tambah mereka.

Ferdinand Hutahaean soroti data soal macet di Jakarta

Kendati banyak yang kagum terhadap raihan tersebut, namun Ferdinand Hutahaean tetap saja merisaknya. Ferdinand beranggapan, apa yang telah disampaikan Pemprov DKI merupakan kebohongan yang seakan-akan membodohi publik.

“Menurut saya, tweet ini masuk kategori pembodohan publik dan kebohongan publik yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta,” respons Ferdinand  melalui akun @ferdinandhaean3.

Ferdinand Hutahaean. Foto: Twitter @ferdinandhaean3

Sosok yang acap bersuara melalui media sosial itu menambahkan, turunnya angka kemacetan di Jakarta bukan disebabkan kinerja Pemprov yang bagus, melainkan situasi dan kondisi yang mengharuskannya seperti itu. Sebab, kata dia, Pembatasan Sosial berskala Besar atau PSBB membuat warga tak banyak bepergian ke luar rumah.

“Macet menurun itu jelas bukan karena kinerja, tapi karena kondisi atau situasional penurunan aktivitas warga sejak PSBB. Buktinya penjualan BBM Pertamina juga menurun,” kata dia.

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close