Trending

Dokter Carissa, Corona jalan hidayah masuk Islam

Anugerah hidayah Islam bisa datang dari berbagai cara maupun kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Seperti yang dialami oleh dokter gigi Carissa Grani. Lahir dan besar dalam keluarga Kristen yang taat, bersuami pendeta namun dokter Carissa akhirnya terpesona dengan Islam.

Menariknya dokter Carissa masuk Islam melalui jalan Corona alias Cvid-19. Saat bagi seluruh dunia, COvid-19 adalah bencana, namun di sisi lain bagi dokter Carissa, Corona adalah berkah baginya, sehingga menjadi jalan dia memeluk Islam.

Protokol kesehatan Corona yang 3M itu ternyata membuka jalan bagi dokter Carissa untuk memeluk Islam.

Tak terpikir masuk Islam

Ilustrasi Masjid. Foto: Pixabay
Ilustrasi Masjid. Foto: Pixabay

Lahir dan besar dalam keluarga Kristen taat, Carissa mengaku nggak pernah sedikitpun terpikir masuk Islam. Bagaimana bisa, lha wong dokter Carissa saja merupakan pelayan Tuhan lantaran suaminya adalah pendeta.

Mertuanya adalah penganut Kristen taat, malah pendidikannya adalah teologi. Selain itu, tiap akhir pekan, dokter Carissa aktif di gereja dan mengantarkan anaknya untuk ibadah Kristen.

Namun demikian, hidayah Allah hadir mengetuk hatinya, sehingga dokter Carissa nggak terasa penasaran dengan Islam melalui cara sederhana.

Ketertarikan dokter Carissa pada Islam muncul bertepatan dengan momentum datangnya Corona tahun lalu. Saat awal Corona kan digalakkan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan disertai tak boleh bersalaman.

Praktik protokol kesehatan COrona itu, dalam pikiran dokter Carissa, kok sudah dipraktikkan oleh muslim ya. Bayangin, kan ada muslim yang nggak mau bersalaman dengan orang yang bukan muhrimnya.

Muslim juga berwudhu, bukan cuma mencuci tangan saja sebelum beribadah. Selain itu muslimah bercadar itu kan dipraktikkan dengan mengenakan masker.

Pertanyaan-pertanyaan itu, membawa dokter Carissa browsing manfaat wudhu sampai gerakan salat. Ternyata praktik muslim itu secara medis terbukti. Di sinilah, Carissa jadi kian penasaran mendalami Islam.

“Saya enggak beajar doktrin Islam, iseng browsing manfaat wudhu, manfaat gerakan salat. Kok secara medis bisa dibuktikan, kok ajaran agama Islam itu masuk (akal). Kenapa jarinya (dalam gerakan Salat) begitu ditekan, secara medis bisa dijelaskan, kok gitu mulai (tertarik)” jelasnya dalam kanal YOutube Rasil TV dikutip Kamis 22 April 2021.

Carissa juga bertanya-tanya kok doa yang diucapkan muslim dalam ibadahnya itu dilakukan berulang-ulang ya, kenapa harus 100 kali, dan sebagainya. Ternyata dipikir-pikir, gerakan alam atau bumi juga ada hitungannya. Carissa kembali bertanya penasaran.

Selain itu, Carissa juga melihat kenapa muslim beribadah di lantai, sujud maksudnya, bukannya lantai itu kan kotor di bawah tempat kaki. Namun setelah ia cermati mendalam, ternyata salat di lantai itu maknanya manusia di hadapan Allah itu status derajatnya sama, mau kaya mau miskin.

Dalam kondisi mulai terpesona dengan Islam itu, membuat hati Carissa jadi bimbang. Dia akhirnya nggak beribadah Kristen lantaran kegalauan tersebut.

“Saya mulai galau, ibarat di persimbangan jalan. Saya lakukan (ibadah agama) yang lama, kok kosong rag-ragu. Saya nganterin anak ibadah dewasa, pulang-pulang kayak nggak seperti biasa. Akhirnya saya nggak ibadah selama dua pekan, itu awal Maret. Dan mau beribadah dengan cara Islam kan belum bisa,” jelasnya.

Dokter Carissa mulai cari Islam

Dokter Carissa Grani. Foto YouTube Rasul TV

Hidayah Allah akhirnya membawa Carissa untuk curhat pada teman kantor pria yang muslim. Dia sengaja curhat ke teman pria karena khawatir kalau cerita ke teman muslimah di kantor akan mudah bocor informasinya dia tertarik Islam.

Nah oleh teman pria muslim di kantor, Carissa diarahkan untuk mendalami Islam ke Mualaf Centre Indonesia (MCI).

“Qadarullah (takdir Allah) pada 15 Maret 2020, jam 09.00 kurang dikit, itu hari pertama lockdown saya datang (MCI). Di sana dijelaskan soal tauhid tanpa menjelakkan agama saya sebelumnya. Dan saat dijelaskan itu, tak terasa air mata saya mengalir,” ujar Carissa.

Menjelang siang waktu dhuhur pada hari itu, pendakwah di MCI kemudian mengatakan untuk masuk Islam syaratnya syahadat. Terus Carissa bertanya isi syahadat itu apa.

Dengan pertolongan Allah, Carissa saat itu juga langsung mau bersyahadat tanpa mikir-mikir panjang ini itu.

“Ambilkan gamis, pas adzan Dhuhur saya syahadat,” ujarnya.

Salat sembunyi-sembunyi

Jemaah haji salat dengan jarak sosial
Jemaah haji salat dengan jarak sosial. Foto Instagram @haramain_info

Setelah syahdat, semangat Carissa untuk beribadah Islam semakin kuat. Namun dia menyembunyikan bahwa telah mualaf dari suami dan keluarganya.

Dia bertekad untuk bisa membaca bacaaan salat segera mungkin, makanya Carissa terus menerus belajar bacaan salat melalui Youtube. Dia dengar berulang dan terus menerus, hingga dia mmudah menghafalkan. Itu dilakuakn sembunyi-sembunyi.

Perilaku Carissa di rumah sudah beda setelah dia mualaf. Dia mulai tidur di kamar anaknya, di sana dia mencuri-curi untuk menghafalkan bacaan Salat lho semalaman suntuk.

Sebulan berjalan informasi Carissa mualaf mulai terkuak oleh teman kantornya. Sebab saat adzan salat, kok Carissa ngilang ternyat ke masjid. Akhirnya dari satu mulut ke mulut lain, orang-orang kantor tahu Carissa telah rajin ke masjid dan mualaf.

Di saat itu pula, Carissa belum ngomong ke suami dan keluarganya soal mualafnya.

Nah saat masuk bulan Ramadan tahun lalu, Carissa sudah menjalankan ibadah Ramadan. Suami tidak curiga dan nggak mergokinya sudah mualaf, sebab Carissa tarawih di kamar anaknya. Aman.

Pada bulan Ramadan itu pula, Carissa memanfaatkan waktunya untuk membaca terjemahan Alquran. Dan setelah membaca terjemahan Alquran dari awal sampai akhir, dia tak menemukan kesalahan kontradiksi dalam Alquran. Itulah yang membuatnya makin mantap yakin memeluk Islam.

“Yang biasanya baca kitab kok gini kok kontradksi banyak banget saat baca (kitab suci) dulu, dibandingkan dengan Alquran, harusnya lebih banyak kontradiksi. Itu satu pun pertanyaan enggak ada, saya sampai heran,” katanya.

Kepergok suami dipukul dijambak

Ilustrasi pemukulan dan penganiayaan. Foto: Ist.
Ilustrasi pemukulan dan penganiayaan. Foto: Ist.

Setelah bersembunyi-sembunyi salat, akhirnya kepergok suaminya juga. Momen itu terjadi pada 15 Mei 2020, saat itu selesai salat Isya, perlata salatnya ditemukan suaminya. Namun masih aman.

Suaminya cuma menegur, ajarin anak hapalan alkitab saja, namun Carissa nggak menjalankan perintah suaminya.

Puncaknya adalah setengah bulan kemudian. Pada 31 Mei 2020, Carissa mau salat tahajud, kepergok suaminya ibadah malam tersebut. Kala itu Carissa mikirnya suaminya sudah tidur, ternytata belum.

Ketahun Carissa mau salat, suaminya marah, Carissa pasrah dan menyusul suaminya ke luar kamar. Suamina marah betul.

“Kamu sudah saya bilangin, nyari apa sih kamu? Saya baru mau jawab ditampar dekat kuping. Saya jatuh dan teriak, saya dijambak. Kemudian masuk ke dalam kamar anak, saya dijedugin ke tembok. Anak bangun takut. Di dalam jedugin, dibalik terus dipukulin lagi. Suami ngancam, kalau kamu begitu, saya bunuh juga anak ketiga saya,” ancam suaminya itu.

Carissa lalu dibawa suaminya ke rumah mertua. Di rumah mertua, Carissa kembali dipukuli suami. Carissa dianggap kemasukan setan lalu didoakan. Ternyata keributan di rumah Carissa diketahui polisi.

Menurut Carissa, polisi datang ke rumahnya karena mendapat laporan dari warga adanya keributan di rumahnya. Awalnya Carissa enggan melapor ke polisi.

Namun setelah dibujuk polisi, Carissa akhirnya mau visum dan melaporkan KDRT yang dilakukan suaminya ke Polres Metro Jakarta Barat.

Akhirnya Carissa memutuskan bercerai dengan suaminya. Carissa juga mencabut laporannya karena suaminya mau memenuhi syarat yang ia ajukan.

Pihak keluarga Carissa pun tidak mempermasalahkan dirinya pindah agama. Bahkan kini keluarga Carissa menghormati dirinya yang menjalani ibadah puasa.

Topik

1 Komentar

  1. Alhamdulillah……senang mendengarnya…….Allah telah memberikan hidayah. menyelamatkan dokter Carrisa.
    Islam agama rahmatan lilalamin……
    semoga selalu mendapatkan hidayah……..aamiin….

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close