Trending

Disebut beking dokter Lois, siapa sebenarnya jenderal Dharma, ada soal sistem chip konspirasi globalis…

Dokter Lois Owien sebelum ditangkap berkoar-koar dia adalah bukan orang sembarangan. Dalam beberapa postingan, menjawab penasaran publik, dokter Lois meminta warganet untuk tanya langsung jati dirinya kepada dua jenderal yaitu Mayjend Made Datrawan dan Komjen Dharma Pongrekun.

Dua nama jenderal TNI dan polisi ini disebut-sebut dokter Lion sebagai legitimasi eksistensinya. Namun belakangan sih ada versi dokter Lion mencatut dua nama jenderal itu untuk legitimasi saja.

Nah sebelumnya nama jenderal polisi bintang tiga Komjen Dharma Pongrekun pernah viral lho. Sosok Komjen Dharma ini juga tak kalah kontroversi pemikiran-pemikirannya yang dituangkan di media sosial.

Siapa sih Komjen Dharma dan dokter Lois

Komjen Polisi Dharma Pangrekun
Komjen Polisi Dharma Pangrekun. Foto Instagram @bssn_ri

Lantaran disebut-sebut dokter Lois, kemarin waktu dokter perempuan asal Tarakan itu dibekuk polisi, perhatian warganet langsung tertuju salah satunya pada jenderal Dharma.

Di kolom akun Instagram jenderal Dharma, warganet banyak yang menyerukan agar Komjen Dharma turun tangan menolong dokter Lois dari jerata hukum.

Namun demikian, sejauh di kolom komentar Komjen Dharma tetap membisu, tak menjawab atau meladeni warganet untuk menolong dokter Lois.

Jenderal bintang tiga Komjen Dharma bukan tak memerhatikan pandemi Covid-19. Meski jabatannya sebagai Wakil Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Komjen Dharma beberapa kali bicara soal COvid-19.

Beberapa waktu lalu Komjen Dharma ini menyinggung ada desain elite global yang menginginkan dunia berada dalam satu sistem tunggal. Menurutnya, sistem tunggal dunia ini merupakan jalan penyeragaman dunia.

Melalui apa penyatuan sistem tunggal itu, Komjen Dharma dalam sebuah konten Youtube menyebutkan jalannya adalah pengendalian melalui chip.

Menurut jenderal bintang tiga itu, salah satu wujud penyeragaman sistem dunia ini adalah pemberlakuan chip dalam tubuh manusia yang belakangan ramai dibahas di mana-mana.

Menurutnya, kekuatan untuk melawan upaya penyeragaman sistem ini adalah kekuatan beragama. Keyakinan pada kekuatan spiritual ia yakini bisa melawan kekuatan yang yang beragungkan material.

“One system for all, dan nanti kendalinya ada pada chip. Sebenarnya sudah ada, sedang dibuat tinggal pengumpulan data,” ujar Komjen Dharma dalam channel JT Perspektif dikutip Sabtu 25 Juli 2020.

Komjen Dharma mengatakan chip itu supaya semua data warga dunia tinggal dipasang saja. jadi dengan chip, warga dunia tak perlu repot membawa identitas dan data serta dokumen penting. Semuanya tersimpan dalam chip yang dimaksud tersebut.

“Kita nggak perlu bawa apa-apa, semua identitas ada di sini (chip). Data medical record, pasport ada di sini,” jelasnya.

Komjen Dharma mengatakan para elite globalis ini dengan sistem tunggal itu bisa menjadi makin mulus menguasau moneter dunia, dengan sendirinya maka akan mengendalikan kekuatan dunia. Sistem pemerintahan negara dunia akan takluk dengan sistem tunggal ini.

Riwayat jabatan Komjen Dharma

Komjen Dharma Pongrekun
Komjen Dharma Pongrekun. Foto Instagram @pongrekundharma88

Sebelum menjadi jenderal bintang tiga dan bertugas di BSSN, Komjen Dharma sudah malang melintang dalam dunia reserse dan narkoba. Beberapa kali dalam perjalanan kariernya, perwira polisi kelahiran Palu itu menjabat bagian narkoba.

Malahan Dharma pernah menjabat pula sebagai Direktur Narkoba Mabes Polri. Berikut riwayat jabatan Dharma Pongrekun:

  1. Kasat II/Harda Bangtah Dit Reskrimum Polda Metro Jaya
  2. Pamen Polda Bengkulu
  3. Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu
  4. Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2008)
  5. Kasubag Anevopswil Bag Anev Robinops Sops Polri
  6. Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri (2011)
  7. Dosen Utama STIK Lemdikpol
  8. Analis Kebijakan Madya bidang STIK Lemdikpol (2014)
  9. Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015)
  10. Kakorwas PPNS Bareskrim Polri (2016)
  11. Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri4
  12. Karorenmin Bareskrim Polri (2016)
    Pati Bareskrim Polri (Penugasan pada BSSN) (2018)
  13. Deputi bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN (2018)
  14. Wakil Kepala BSSN (2019)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close