Fit

Suntik vaksin bareng Jokowi, 1 minggu dokter Reisa keluhkan gejala ini

Sepuluh hari sudah, Presiden Joko Widodo dan beberapa tokoh hingga figur publik disuntik vaksin Sinovac covid-19 sejak 13 Januari 2021. Salah satu sosok yang ikut berpartisipasi divaksin pada waktu itu adalah dokter Reisa Broto Asmoro atau dokter Reisa.

Setelah lebih dari sepekan atau satu minggu, mendapatkan vaksin, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 itu menceritakan gejala yang dia rasakan.

Saat Instagram Life bersama dengan Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Ariel Noah, Sabtu, 23 Januari 2021 dirinya mengatakan bahwa dia mengeluh pegal dan mengantuk selama dua atau tiga hari pertama. Setelah itu hilang.

Baca Lainnya

  • “Sama sih, aku juga ngantuk. Hari itu dirasa-rasain, kan. Iya sih ada pegalnya dikit,” kata Dokter Reisa.

    Dokter yang juga Puteri Indonesia Lingkungan 2010 itu mengatakan bahwa vaksin Sinovac yang dipakai di Indonesia berisi virus mati atau yang sudah dilemahkan.

    Jadi efek samping yang muncul setelahnya tergolong paling rendah dibandingkan dengan vaksin hidup. “Sejauh ini kita tahunya orang-orang yang sudah divaksin Sinovac nggak ada keluhan berarti. KIPI (Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) juga memantau,” kata dia dilansir laman Tempo Minggu 24 Januari 2021.

    Beberapa keluhan yang muncul, menurut Reisa, antara lain nyeri di bekas suntikan, pegal sedikit, rasa mengantuk, sakit kepala, dan demam yang kejadiannya sangat sedikit.

    Raffi Ahmad bersama Presiden Jokowi
    Raffi Ahmad bersama Presiden Jokowi usai divaksin. Foto Instagram @raffinagita17171

    “Ada juga rash, merah-merah, yang muncul 4 jam lalu hilang sendiri, karena itu reaksi wajar, respons tubuh untuk antisipasi terhadap benda asing ini, yang langsung dikenali. Justru efeknya seperti itu,” kata dia.

    Namun, dari kelompok yang divaksin di Istana bersama Presiden Joko Widodo, Reisa mengatakan tak ada yang mengalami gejala demam. Dia mendapat kabar gejala ini dari berita-berita tenaga medis yang sudah mendapatkan vaksin.

    Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ariel juga mengaku sempat merasa tubuhnya agak hangat, seperti merasa demam. Namun, ketika dicek dengan termometer, suhu tubuhnya ternyata normal.

    Dokter Reisa mengatakan gejala yang dirasakan Ariel adalah hal normal. “Ada dua hal, memang sumeng karena respons tubuh jadi suhu tubuh naik, atau kita nyari-nyari aja. Sugesti. Tapi nggak usah khawatir, kalau demam kan ada obat penurun panas. Besoknya juga hilang reaksinya,” kata dia.

    Reisa Broto Asmoro akan mendapat dua kali vaksin COVID-19. Setelah yang pertama pada 13 Januari, dia dan rombongan vaksin perdana di Istana Negara akan mendapatkan booster atau vaksin kedua 14 hari setelahnya atau 27 Januari 2021 untuk perlindungan yang optimal.

    Presiden Jokowi disuntik vaksin Sinovac
    Presiden Jokowi disuntik vaksin Sinovac. Foto Antara/Fan Page Jokowi

    Efek samping vaksin covid-19 dipastikan ringan hingga sedang

    Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI), mengatakan bahwa efek samping vaksin Sinovac covid-19 tergolong ringan dan sedang.

    Ia menyebut bahwa efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, dan pembengkakan. Efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue dan demam.

    Sedangkan efek samping berat yakni sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1-1 persen.

    “Efek samping tersebut merupakan efek yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali. Secara keseluruhan efek samping ini dialami pada subjek yang mendapatkan plasebo,” katanya beberapa waktu lalu.

    Sementara itu untuk khasiat (efficacy), BPOM menggunakan data hasil pemantauan dan analisis uji klinis di Indonesia dan mempertimbangkan hasil uji klinis di Brasil dan Turki.

    Dari data tersebut, vaksin Coronavac telah menunjukkan kemampuan pembentukan antibodi di dalam tubuh dan juga kemampuan antibodi dalam membunuh atau menetralkan virus (imunogenisitas).

    “Hasil analisis terhadap efficacy vaksin ini dari uji klinis di Bandung menunjukkan efficacy vaksin 65,3 persen. Ini menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu menurunkan kejadian penyakit covid19 hingga 65,3 persen,” jelasnya.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close