Trending

Istri memilih tak pakai jilbab, benarkah dosanya ditanggung suami?

Dosa istri tak pakai jilbab ditanggung siapa?

Beseliweran di media sosial berbagai narasi soal hukum islam bagaimana suami-suami dan istri harus bersikap yang benar menurut islam.

Bagi publik yang memahami ilmu agama mungkin akan mudah ‘menyaring’ informasi tersebut apakah valid hukumnya. Namun bagi publik yang minim ilmu bisa jadi langsung mengamini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini muncul anggapan soal hukum islam bagi seorang istri yang tak berhijab. Disebutkan dalam narasi itu bahwa istri yang taak berhijab dosanya kelak akan ditanggung sang suami di akhirat.

“Barangsiapa istri yang tak pakai jilbab, dosanya akan ditanggung suami di akhirat. Allahualam Bishawab,” tulis narasi yang beredar di akun Facebook yang beredar sejak Senin 22 Februari 2021.

Namun benarkah demikian? Bagaimana hukumnya menurut islam.

Ilustrasi muslima berhijab. Foto: Pexels
Ilustrasi muslima berhijab. Foto: Pexels

Dilansir laman Republika ditulis bahwa seorang suami bertanggung jawab atas istri dan anak-anaknya karena ia merupakan kepala keluarga.

Laman About Islam pada Selasa 2 Februari 2021 menulis sebuah pendapat pakar Islam. Associate Professor di department of Islamic Studies in English, Al-Azhar University, Mesir, Mohammad S. Alrahawan, menyatakan Allah telah memerintahkan para suami dan ayah untuk mengambil tanggung jawab mereka dalam mengajar dan memberikan nasihat yang tulus kepada istri dan sesamanya.

Di dalam Alquran Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, lindungi dirimu dan keluargamu dari api yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjagaan malaikat-malaikat yang keras dan kejam, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (At-Tahrim ayat 6).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian semua adalah penjaga dan bertanggung jawab atas rakyatmu. Penguasa adalah wali rakyatnya, laki-laki adalah wali keluarganya, perempuan adalah wali dan bertanggung jawab atas rumah suaminya dan keturunannya; jadi kalian semua adalah penjaga dan bertanggung jawab atas rakyatmu,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tetapi ulama berbeda pendapat tentang apakah seorang suami akan dianggap bertanggung jawab atas istrinya jika dia lalai memenuhi kewajibannya kepada Allah. Sebagian pendapat menyebutkan suami hanya bertanggung jawab menegur dan menasihati istrinya, dan istrinya bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri di hadapan Allah pada hari kiamat.

Hal ini didasarkan pada pernyataan Alquran, “Dan setiap jiwa tidak akan (disalahkan) kecuali terhadap dirinya sendiri, dan tidak ada pembawa beban yang akan menanggung beban orang lain,” (Al-An`am ayat 164). Wallahu alam.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close