Trending

Geisz orangnya Anies: Tolol! DPR otak dikit usul jalur sepeda dibongkar, boleh nggak?

Polemik bongkar jalur sepeda di DKI Jakarta yang dibuat di era Gubernur Anies Baswedan masih hangat. Anies ogah berkomentar, tapi orangnya Anies emosi juga dengan usulan tersebut. Sampai-sampai heran dia ngatain anggota DPR otak dikit yang usul bongkar jalur sepeda itu tolol loh.

Orangnya Anies yang bernada tak setuju bongkar jalur sepeda yaitu Geisz Chalifah. Dia nggak terima soal usulan jalur sepeda kok mau dibongkar sih.

DPR otak dikit tolol

Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni
Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni. Foto Instagram @ahmadsahroni88

Nah respons Geisz Chalifah soal polemik jalur sepeda DKI Jakarta itu muncul dalam cuitan di Twitter lho.

Geisz yang menjabat Komisaris PT. Pembangunan Jaya Ancol ini menyindir anggota DPR yang menyusulkan bongkar jalur sepeda.

Dia mengaitkannya dengan wacana RKUHP yang mana ada ketentuan menghina DPR bisa dipidana penjara.

“Ada usulan dalam KUHP menghina lembaga DPR akan terkena hukuman 2 tahun. Tapi kalau ada anggota DPR Otaknya Dikit meminta jalur sepeda dibongkar (Gue bukan pesepeda) terus orang itu ga boleh dibilang Tololllll gitu?” tulis orangnya Anies tersebut dikutip Sabtu 19 Juni 2021.

Geisz tak banyak komentar soal jalur sepeda dibongkar. Lalu muncul cuitan warganet yang berpikiran lebih baik jalan Sudirman-Thamrin Jakarta hanya kendaraan umum saja, jangan bongkat jalur sepeda lah.

Atas respons warganet ini, Geisz nadanya mendukung. Lagi-lagi dia menyindir anggota DPR yang mana wakail rakyat kok punya ide seperti itu sih.

“Rakyat biasa seringkali lebig cerdas dari wakilnya,” tulis Geisz.

Anggota DPR pengusul jalur sepeda dibongkar

Momen saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda. Foto: Antara
Momen saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda. Foto: Antara

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni pada penjelasannya meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintervensi polemik jalur sepeda Sudirman-Thamrin, DKI Jakarta. Sahroni menyebut Kapolri bisa membongkar jalur sepeda permanen tersebut bila dianggap perlu.

Perihal polemik jalur gowes Sudirman-Thamrin ini dibahas dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 16 Juni 2021.

Sahroni menyebut jalur sepeda menimbulkan isu diskriminasi pengguna jalan. “Mohon kiranya Pak Kapolri evaluasi tentang jalur permanen sepeda yang sudah ada di Sudirman-Thamrin. Jangan sampai ada isu tentang diskriminasi, baik sepeda road bike dan sepeda seli. Sampai terjadi kemarin ada memecah belah perkataan yang tidak pantas disampaikan oleh salah satu komunitas,” kata Sahroni dalam rapat.

Sahroni menyayangkan jalan umum yang dijadikan jalur gowes permanen karena hanya dipakai 2 jam. Dia khawatir komunitas pengguna jalan lain, seperti komunitas motor, nantinya meminta jalur khusus juga dan merepotkan pemerintah pada akhirnya.

“Sayang disayang bahwa ini adalah jalan umum yang para pesepeda pada saat sekarang hanya makan waktu hanya 2 jam. 22 jam dipakai pengguna lain. Jangan sampai jalur permanen nanti semua pelaku motor, hobi motor, minta juga kepada pemerintah jalur motor khusus, kayak Harley dan superbike,” kata Sahroni.

Alasannya, kata politisi Partai Nasdem itu, keberadaan jalur sepeda justru dapat menciptakan diskriminasi antara pengguna sepeda road bike, sepeda seli, maupun pengguna jalan lainnya.

“Mohon kiranya Pak Kapolri dengan jajarannya, terutama ada Korlantas di sini, untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang. Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin,” katanya dalam rapat Komisi III DPR yang diselenggarakan pada Rabu, 16 Juni 2021.

Belakangan Sahroni mengklarifikasi usulannya. Jadi yang dia maksud untuk dibongkar adalah beton pembatasnya bukan jalur sepedanya.

“Ini Penjelasan apa yg saya maksud Jalur permanen di bongkar betonnya. Yang dibongkar bukan jalur marka Hijau nya… Krn marka jalur hijau itu sudah benar karna sesuai aturan UU. Saya tidak akan mungkin menyalahi Aturan UU..Demikian agar tidak salah Paham,” tulisnya di akun Instagramnya dikutip Jumat 18 Juni 2021.

Politikus Partai Nasdem ini menegaskan kembali jangan sampai ada lagi diskriminasi pada pengguna jalan. Semuanya telah diatur sedemikian rupa jalurnya supaya bisa saling menggunakan bersama-sama.

Sahroni juga berpesan agar jangan sampai ada saling ngata-ngatain yang atas polemik penggunalan jalan. Mari saling menghormati para pengguna jalan.

“Jangan Lagi ada diskriminatif jangan lagi ada perkataan yg tidak pantas Kepada semua pihak… mari Olah raga untuk kesehatan.. mari humanis kepada semua pengguna jalan,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close