Hot

Dr Boyke ungkap kelakuan ngeri Gilang fetish kain jarik saat korban terbungkus

Kasus fetish kain jarik menghebohkan lini media sosial dalam beberapa hari terakhir. Bermula dari sebuah utas di Twitter oleh akun @m_fikris tentang seorang mahasiswa bernama Gilang. Dia punya fetish atau penyimpangan seksual terhadap tubuh yang terbungkus kain jarik.

Demi memuaskan hasrat fetish-nya, Gilang memanfaatkan mahasiswa baru. Berdalih untuk alasan riset, dia meminta mahasiswa pria untuk membungkus rapat badannya dengan kain jarik dari kaki hingga kepala.

Baca juga: Fetish kain jarik: Awkarin nge-gas, Reza Arap santai dan Ernest ngenes

Dokter Boyke ungkap yang dilakukan Gilang

Mengenai fetish kain jarik yang dimiliki oleh Gilang, Dr Boyke angkat bicara. Menurut seksolog tersebut, apa yang dilakukan Gilang berbahaya karena merasa terangsang ketika melihat orang terbungkus kain jarik.

Kain jarik
Kain jarik. Foto: Instagram

Dengan melihat tubuh korban yang terbungkus jarik, muncul fantasi tersendiri ketika dia memamerkan hal tersebut ke publik. Dr Boyke menyebut ada rasa bangga jika berhasil ‘menjebak’ korban. Setelah itu, Gilang diduga melakukan aktivitas seksual.

“Ketika dia posting dia merasa bangga karena orang itu terjebak oleh dia, dan biasanya si pelakunya, dia akan melakukan masturbasi di depan objek seksualnya,” ujar Dr Boyke, Kamis, 30 Juli 2020 dikutip dari Insertlive.

Dari penuturan korban, mereka diminta untuk mengeluarkan emosi, seperti menangis, takut, gugup, dan merengek dalam kondisi terbungkus. Beberapa korban bahkan diminta untuk disentuh area organ vitalnya untuk dilihat reaksinya.

Mungkin alami trauma masa lalu

Dr Boyke menyebut apa yang sudah dilakukan oleh Gilang membuatnya bisa disebut psikopat. “Jadi betul-betul dia adalah seorang psikopat, orang penderita penyimpangan seksual,” katanya.

Fetish kain jarik
Fetish kain jarik. Foto: Twitter

Dia menduga, fetish kain jarik dilatarbelakangi oleh pengalaman masa lalu Gilang. “Itu pasti ada trauma-trauma masa kecil. Mungkin ya, saya tidak tahu latar belakangannya. Mungkin dia pernah diikat sama orang tuanya, atau disumbat mulutnya karena bandel. Kemudian ditakut-takuti dengan pocong,” ungkap Dr Boyke.

Menurutnya, ketakutan yang mungkin pernah dialami Gilang saat masih kecil itu berujung pada reaksi keluarnya sperma. Bisa jadi, dari sana Gilang menjadikan traumanya sebagai fantasi seksual.

“Antara enak dan takut itulah akhirnya yang membuat dia trauma, dan trauma itu terbawa terus hingga dia membayangkan,” tutur Dr Boyke.

Dr Boyke sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. Dia mengingatkan bahayanya trauma masa kecil. Sebab hal itu memengaruhi masa depan seseorang. “Jadi tolonglah kepada masyarakat umum, itu (penyimpangan seksual) banyak sekali jenisnya. Dan itu biasanya terjadi karena trauma masa kecil,” tutup Dr Boyke.

Topik

2 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close