Trending

Dr Tirta beberkan bukti Covid-19 ditunggangi politik: Awal mula Risma dihujat

Dokter Tirta Mandira Hudhi kembali menyebut bahwa covid-19 menjadi tunggangan politik. Salah satunya yang terjadi di bawah kepemimpinan Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.

Dokter yang sempat menyebut akan maju Pilpres 2024 ini membeberkan bukti bahwa pandemi virus Corona (Covid-19) telah ditunggangi oleh kepentingan politik antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.

Baca juga: Usai ribut, dr Tirta dan Jerinx berdamai: Stop narasi adu domba

Ia menyebut bukti ini didapatkannya dari staf humas Pemkot Surabaya bernama Tito Adam. Sumber yang didapatnya mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah mengubah data terkait Covid-19 milik Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto Instagram @surabaya

“Ayo Pemprov Jatim klarifikasi, ini data saya dapatkan dari saudara Tito Adam, staf humas Pemkot Surabaya, Bu Risma memilih untuk diam mengakhiri drama tersebut dan akhirnya menggunakan anggarannya sendiri untuk swab gratis,” kata Tirta dalam instragram live-nya seperti dikutip Hops dari Suara.com, Senin 28 September 2020.

Data yang dimaksud Tirta adalah data penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat Jawa Timur terkait penggunaan masker selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih rendah.

Penelitian itu disusun oleh Pemkot Surabaya bersama Persakmi dan Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya selama 19-23 Mei 2020 dengan subjek wilayah Jawa Timur.

“Lalu di bulan Juni datanya sama, tapi diubah (oleh Pemprov Jatim) tanggal lokasinya beda, terus di-serahin ke pak Presiden, pak presiden marah ke bu Risma, ini awal mulanya Bu Risma dihujat, edan gak bro, pak Jokowi tu gak tau apa-apa loh, cuma dateng mau survei kenapa dikasih data seperti itu,” jelasnya.

Baca juga: Kemarin teman kini lawan, dr Tirta serang Jerinx: Esuk dele sore tempe

Presiden Jokowi berpidato di PBB. Foto Ist via SuaraSurabaya.
Presiden Jokowi berpidato di PBB. Foto Ist via SuaraSurabaya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi saat survei ke Surabaya mengatakan 70 persen warga Surabaya tak menggunakan masker selama pandemi Covid-19 yang membuat Surabaya dicap sebagai zona hitam.

“Tadi disampaikan oleh Gugus Tugas bahwa masih 70 persen (warga) yang enggak pakai masker. Ini angka yang gede banget,” kata Jokowi saat meninjau Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Kamis 25 Juni 2020 lalu.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close