Trending

Dugaan baru pembunuh Tuti Amel, pakar hukum: Menurut polisi, pelakunya…

Besok, Senin 18 Oktober 2021, kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti dan Amel di Subang, Jawa Barat sudah memasuki bulan kedua. Namun, hingga kini, polisi belum mau mengungkap siapa pelakunya. Lantas, bagaimana pakar hukum melihat hal tersebut?

Pakar hukum pidana, Musa Darwin Pane mengatakan, sebenarnya pernyataan polisi di sejumlah kesempatan bisa dijadikan petunjuk kalangan umum dalam menemukan siapa sebenarnya pembunuh Tuti-Amel.

Muslima Fest

Saat ini, Musa makin percaya, pelaku pembunuhan tersebut bukan satu orang, melainkan lebih dengan perencanaan yang matang.

“Kalau melihat dari pemaparan kepolisian yang disampaikan kepada media massa, memang ini pelakunya tidak hanya satu orang dan sudah direncanakan dengan matang,” ujar Musa, dikutip Hops, Minggu 17 Oktober 2021.

Rumah Tuti Amel di Subang. Foto Ist.
Rumah Tuti Amel di Subang. Foto Ist.

Lebih jauh, Musa menduga, pembunuh bayaran itu diperintah dan dibayar langsung orang terdekat korban. Sayangnya, dia tak bisa memastikan dengan detail, siapa sejatinya sosok tersebut. Benarkah keluarga kandung atau orang lain yang mengenal mereka dengan baik?

“Pembunuhan ibu dan anak bisa saja menggunakan pembunuh bayaran, dan diduga pelaku utamanya tetap orang terdekat yang mengetahui gerak-gerik korban,” terangnya.

Pembunuh memang niat habisi Tuti Amel di Subang

Musa menambahkan, jika mengacu pada teori kriminologi, maka kejahatan itu pasti dipicu dari niat atau keinginan di awal. Barulah tindakan diambil saat pelaku memiliki peluang untuk melancarkan aksinya.

“Dan niat itu tentu bicara sikap batin, ada hal-hal yang mendorong dari dalam diri pelaku untuk menghabisi korban,” kata Musa.

Tuti Suhartini (kiri) dan Amalia Mustika Ratu atau Amel (kanan)
Tuti Suhartini (kiri) dan Amalia Mustika Ratu atau Amel (kanan). Foto Facebook Ruru Haku So

Diketahui, hingga kini polisi sudah melakukan berbagai upaya untuk menemukan siapa pelaku yang membunuh Tuti dan Amel, yakni mulai dari memeriksa 54 saksi, mengumpulkan bukti baru melalui rekaman CCTV dan barang-barang di lokasi, serta melakukan autopsi berulang terhadap jasad korban.

Namun, upaya tersebut masih terkesan nihil. Sebab, sampai sekarang pelaku masih bebas berkelaran di luar.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close