Trending

Duh! Ini yang bakal terjadi dan dirasakan tubuh penumpang saat pesawat jatuh

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2020 sore. Ternyata yang bakal terjadi dan dirasakan pada tubuh penumpang di dalam pesawat jatuh cukup mengerikan.

Sebenarnya banyak hal yang akan terjadi ketika kamu berada di dalam pesawat jatuh. Tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti dari penyebab kecelakaan hingga cara pesawat itu terjatuh.

Namun dalam tragedi jatuhnya pesawat dengan cara tertentu, ternyata sejumlah hal bakal dirasakan oleh para penumpangnya, mulai dari meningkatnya organ dalam tubuh, terlepasnya sejumlah anggota badan, hingga alami halusinasi.

Menyitat Kumparan, berikut sejumlah hal yang bakal terjadi ketika kamu menjadi salah satu penumpang yang berada di dalam pesawat ketika jatuh:

Tidak akan tahu pesawat yang ditumpangi akan jatuh

Ilustrasi pesawat jatuh. Foto: Pexels
Ilustrasi pesawat jatuh. Foto: Pexels

Kemungkinan besar, bila berada dalam kecelakaan pesawat, kamu tidak mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi pada pesawat yang kamu tumpangi tersebut. Hanya saja, kamu bakal mengetahui bila pesawat dalam kondisi terbakar dan secara fisik terlihat kerusakan.

Hal tersebut lantaran, pilot dan co-pilot yang bertugas biasanya sibuk mengerahkan segala upaya yang dimiliki untuk mengendalikan pesawat, sehingga mereka tidak sempat memberitahu para penumpang dan awak lainnya bahwa pesawat dalam keadaan bahaya.

Ketika pesawat sedang dalam keadaan bahaya dan akan jatuh ke bawah, biasanya yang akan terjadi akan mengalami beberapa putaran lantaran si pilot kehilangan kendalinya. Putaran keras ini biasanya membuat para penumpang tidak sadarkan diri alias pingsan.

Dalam kondisi ini para penumpang yang mengalami pingsan, pastinya tidak akan mengetahui detik-detik hancurnya pesawat tersebut lantaran membentur permukaan keras, baik di darat maupu di air.

Selain itu, ada juga kemungkinan lainnya, yakni penumpang telah meninggal dunia sebelum pesawat yang dinaikinya meledak.

Kalau penumpang tidak pingsan, maka organ tubuh akan terpacu

Ilustrasi pesawat terbang. Foto: Pexels
Ilustrasi pesawat terbang. Foto: Pexels

Kemungkinan bila kamu tidak pingsan sebelum pesawat alami kecelakaan, maka organ di dalam tubuh kamu akan dipacu untuk berekasi.

Saat itu pula tubuh para penumpang yang tidak pingsan akan mengeluarkan hormon adrenalin dan norepinephrine dari kelenjar adrenal.

Hormon ini sendiri memicu berbagai kinerja organ dalam tubuh manusia, seperti detak jantung yang meningkat tak beraturan.

Namun uniknya organ lain akan bekerja lebih baik, di antaranya paru-paru dan otot serta rasa stress yang menimpa berangsur-angsur akan berkuran.

Pada saat inilah neuron yang terdapat dalam otak mulai bekerja, seakan memberitahukan kepada seluruh saraf pada tubuhmu untuk secepatnya melakukan sesuatu agar dapat memaksimalkan kemungkinan untuk bertahan hidup.

Kendati demikian, kamu tidak akan bisa berbuat banyak lantaran dalam kecelakaan pesawat tersebut para penumpang memiliki gerak yang sangat terbatas.

Apalagi dalam kondisi pesawat menukik, jangankan untuk kabur menyelamatkan diri, berdiri saja sulit.

Tubuh akan lebih ringan

Ketika jatuh dengan kecepatan cukup tinggi, maka kamu akan merasakan tubuh serta barang-barang di sekitar lebih ringan daripada dalam kondisi normal.

Inilah yang disebut gaya gravitasi, membuat kecepatan jatuhmu dengan kecepatan jatuh pesawat sama. Padahal sebenarnya berat tubuh kamu tetap sama, namun gravitasi yang ada membuat sensasi berbeda.

Bila kamu sebagai penumpang menggunakan sabuk pengaman, maka kamu akan baik-baik saja alias tidak terpental. Hanya saja tubuh akan sedikit menaik dan terangkat.

Meski aman, anggota tubuh kamu yang luput dari sabuk pengaman seperti tangan dan kaki akan terangkat layaknya kamu menaiki kereta luncur alias roller coaster.

Anggota tubuh lepas dari badan dan alami halusinasi

Ilustrasi pesawat jatuh. Foto: Pexels
Ini yang bakal terjadi dan dirasakan tubuh penumpang saat pesawat jatuh | Ilustrasi pesawat jatuh. Foto: Pexels

Dalam kecelakaan fatal selanjutnya, tangan dan kaki yang terangkat akan lepas seketika dari tubuh, walaupun sabuk pengaman berhasil menahan tubuh kamu dari tekanan kuat dan mempertahankan dalam posisi duduk.

Tangan dan kaki yang bebas terangkat di udara tidak akan mampu menahan kerasanya tekanan yang ada saat pesawat jatuh, sehingga membuta kaki dan tangan lepas begitu saja dari tubuh.

Ada fakta unik yang terjadi ketika tubuh kamu berada dalam posisi ini, yakni kamu tidak akan bisa merasakan lepasnya tangan dan kaki dari tubuh.

Hal tersebut lantaran tekanan yang kuat membuat otak terpisah dari sistem saraf dan menghancurkan tulang belakang, sehingga tidak akan merasakan apapun sebelum meninggal dunia.

Namun sebelum mengalami hal tersebut, kemungkinan besar otak mulai berhalusinasi sehingga membuat benda yang ada di sekitar mu menjadi terlihat lebih lambat atau slow motion.

Di samping itu, saat otak merasa bahwa ada masalah serius sedang terjadi seperti kecelakaan pesawat tersebut, kinerja otak bakal menyesuaikan cara terbaik untuk menangkap memori.

Lantaran, otak akan merespons dengan cara mengingat lebih lambat. Fenomena ini adalah ilusi yang disebut dengan slow motion perception.

Kemungkinan ketika kondisi selamat

Ilustrasi berpergian naik pesawat. Foto: Pexels
Ilustrasi berpergian naik pesawat. Foto: Pexels

Kalau kamu berhasil selamat sampai di permukaan, penumpang akan mengalami sejumlah masalah yang cukup serius seperti luka berat akibat tekanan saat pesawat menyentuh permukaan.

Organ-organ yang ada akan rusak serta darah akan mengisi ruang tubuh sehingga organ bagian dalam ada kemungkinan bakal berantakan, bahkan berpindah posisi.

Itulah yang bakal terjadi dan dirasakan tubuh penumpang saat pesawat mengalami kecelakaan dan jatuh.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close