Trending

DynCorp, agensi tentara bayaran disewa CIA hingga gembong narkoba

Tentara bayaran bukanlah hal yang asing di Amerika Serikat. Terdapat beberapa perusahaan yang menyediakan jasa tentara bayaran. Salah satu perusahaan penyedia tentara bayaran yang cukup terkenal adalah DynCorp.

Perusahaan yang bermarkas di negara bagian Virginia ini kerap kali disewa oleh beberapa pihak mulai dari swasta, agen rahasia, instansi pemerintah hingga gembong narkoba.

Baca juga: Waterboarding, teknik penyiksaan sederhana tapi kejam yang dipakai CIA

Membela keamanan suatu negara pasti akan mereka lakukan jika suatu negara menyewa mereka. Begitu pula dengan para gembong narkoba yang ingin melawan negara atau sekadar menghabisi para pengkhianatnya, tentara bayaran ini siap melindungi mereka. Semua itu dengan satu catatan, asal dibayar.

DynCorp sebagai penyedia jasa tentara bayaran, merupakan perusahaan raksasa yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki jaringan yang sangat luas.

Di AS sendiri, DynCorp mempunyai kontak bisnis dengan lebih dari 30 lembaga pemerintah seperti Departemen Pertahanan, FBI, DEA, Sekretariat Negara, Lembaga Pemasyarakatan dan lembaga-lembaga penting lainnya.

Tentara Bayaran DynCorp
Tentara Bayaran DynCorp. Foto: Voltairenet.org

SDM DynCorp sebagian besar terdiri dari para mantan personel militer. Mereka adalah para petempur yang berpengalaman di medan perang, mulai dari pasca PD II, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Teluk dan lainnya.

DynCorp awalnya berdiri pada tahun 1946 sebagai solusi atas membludaknya para petempur perang dan melimpahnya persenjataan sisa Perang Dunia II.

Pembentukan perusahaan tentara bayaran DynCorp pun didukung oleh Presiden AS saat itu, Harry S. Truman karena dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan menampung ribuan tenaga kerja.

Kemudian dalam perkembangannya, DynCorp memiliki peran yang besar dalam kancah penelitian penjelajahan ruang angkasa, program pembuatan rudal dan perawatan pesawat temput AS.

Sementara itu, melansir Intisari.grid.id, misi DynCorp di luar AS cenderung menangani negara yang sedang konflik dan negara yang menjadi sumber produksi narkotika. Tentu saja semua itu dilakukan perusahaan tersebut jika ada pemodal yang mau membayar jasa mereka.

Ilustrasi peperangan. Foto: Pexels
Ilustrasi peperangan. Foto: Pexels

Biasanya, ketika sedang bertugas, tenaga DynCorp juga dibutuhkan untuk melatih tentara biasa, pilot dan sekaligus menjadi tulang punggung bagi operasi rahasia AS di berbagai negara.

Risiko yang tinggi dan peralatan dengan teknologi yang mutakhir membuat DynCorp begitu mahal harganya bagi siapapun yang ingin menyewa jasanya.

Pemasukan utama DynCorp berasal dari lembaga-lembaga yang telah menjadi langganan dalam memakai jasanya.

Dalam setahun, DynCorp mendapat bayaran sekitar Rp20 triliun dari Pentagon dan lebih dari Rp50 triliun dari lembaga-lembaga sipil lainnya.

Saat ini, DynCorp memiliki personel lebih dari 20 ribu orang yang berasal dari berbagai negara dan tersebar di 550 lokasi, baik di dalam maupun di luar AS. (re2)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close