Trending

Eggi Sudjana vs Ngabalin debat soal KAMI: Presiden berani enggak?

Debat menarik terjadi antara Eggi Sudjana dan Ali Mochtar Ngabalin soal KAMI yang dianggap telah membuat gerah Istana. Debat itu terjadi di salah satu televisi swasta, baru-baru ini. Seperti apa?

Diketahui, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) belakangan disebut-sebut telah membuat geram Istana. Hal ini usai Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut kalau KAMI tak lebih dari sekumpulan kepentingan.

Baca juga: Sindir Luhut, Rocky Gerung: Dia jenderal bintang 4 tapi Covid itu bintang 5

Terkait hal ini Komisi Hukum KAMI Eggi Sudjana angkat bicara. Dia tak menolak dengan ungkapan muatan kepentingan yang disebut Moeldoko. Namun, jelas dia, kepentingan yang dimaksud adalah kepentingan rakyat dan bukan yang lain.

“Kalau kepentingan, ya jelas ada kepentingan, (Presidium KAMI) Din Syamsuddin sudah jawab. Kalau KAMI ini tengah mengingatkan pemerintah, karena sudah menyimpang dari garis yang sudah dipahami, ekonomi ambruk minus seperti sekarang ini, termasuk buruknya penanganan covid. Ini kepentingan yang kita bawa,” kata dia, di Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne disitat Senin 5 Oktober 2020.

Maka, tak heran jika Eggi kemudian menyebut tanggapan Moeldoko kemudian dibilang kurang cerdas dalam memahami kondisi bangsa.

KAMI, kata Eggi juga tak suka dianggap pengacau oleh Pemerintah. Sebab selama ini terlihat ‘nada’ Istana yang melihat KAMI dari perspektif musuh. Padahal, kata Eggi, itu merupakan filosofi yang sesat.

Dia kemudian meminta agar Presiden dan jajarannya menjalankan amanat UUD 1945 untuk berpedoman pada tugas pokok presiden, seperti mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Presiden punya tanggung jawab itu, mensejahterakan, menjaga tumpah darah, dan politik bebas aktif, itu dalam konteks mencerdaskan. Dan jajaran di bawahnya harus ikut mencerdaskan.”

Ngabalin ke Eggi: Jangan jatuhkan integritas

Terkait pernyataan itu, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menolak pernyataan Eggi. Menurut Ngabalin, tak ada pihak Istana yang menanggap KAMI sebagai lawan, musuh, dan pengacau.

Istana, kata Ngabalin, memahami KAMI adalah kelompok yang memiliki integritas tinggi, terdiri dari mantan menteri, mantan Panglima, mantan Ketua MUI, dan orang-orang hebat.

Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Suara.
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Suara.

Maka itu, Ngabalin kemudian meminta agar Eggi tidak merusak semangat teman-teman di KAMI dengan merusak integritas mereka dengan perkataannya.

Menurut Ngabalin, sebaiknya KAMI dengan jelas menjabarkan isi identitas mereka kepada khalayak, apakah benar mereka berpolitik atau tidak. Sebab kalau memang tengah berpolitik, akan lebih elok jika itu ditempuh melalui jalur partai politik.

“Maka gunakanlah poltik orang bernegara. Demokrasi itu membuka peluang untuk menyampaikan di tengah-tengah publik. Kenapa Fahri Hamzah bisa dengan gagah berani dirikan Partai Gelora, Pak Amien suka tidak suka bisa bikin partai (Partai Ummat), sehingga isi identitas itu jelas.”

“Sementara kalau KAMI itu kan gerakan moral. Lantas, seberapa jauh, dan desain yang direncanakan KAMI bisa membackup banyak kepentingan orang di masa pandemi seperti sekarang ini. Jadi saya kira ini penting,” kata Ngabalin lagi.

Kalau presiden gentle

Terkait pernyataan Ngabalin, Eggi kemudian menyatakan kalau dia salah pernyataan. Sebab apabila Istana menganggap KAMI bukan musuh, mengapa ada insiden penolakan, pengusiran, sampai seringnya Gatot mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Maka itu, apabila pernyataan Ngabalin benar soal KAMI yang dibanggakan sebagai orang berintegritas tinggi, seharusnya Presiden memanggil mereka untuk duduk bersama, berdialog, untuk menyelesaikan masalah.

“Jangan kerahin demo lawan, ini mau tabur bunga saja diusir. Kalau Presiden gentle, berani enggak undang KAMI?” kata Eggi ke Ngabalin.

Deklarasi KAMI
Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Foto Instagram @xdigeeembok

Ditanya seperti itu, Ngabalin langsung menyebut kalau apa yang dimaksud dalam kerangka pandemi seperti sekarang ini. Sebab, ada baiknya KAMI yang diklaim gerakan moral turut berpartisipasi dalam menyadarkan masyarakat untuk menghadapi pandemi.

“Bung Eggi memang baru nongol bicarakan KAMI. Dari awal saya bilang ada gagasan, situasi sekarang harusnya menyadarkan masalah pandemi. Sebab ini tidak pernah terjadi di dalam sejarah bangsa, nah tunjukkan kapasitas integritas KAMI ini sebagai pendidik.”

“Kalau tidak mau dengan pemerintah, dengan anak-anak bangsa. Yakni menunjukkan kepatuhan kita terhadap protokol keseatan,” kata Ngabalin lagi ke Eggi.

Eggi kemudian menyayangkan apabila dengan alasan pandemi, sejumlah acara dibubarkan, namun tidak konsisten dengan gelaran Pilkada serentak yang tetap diselenggarakan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close