Trending

Ekonom bongkar biang kerok kenapa produk made in China kian rajai RI

Presiden Jokowi ajak masyarakat benci produk asing. Hal itu dia kampanye-kan agar masyarakat di Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri dan benci barang asing. Tapi nyatanya, di RI saat ini barang made in China seolah terus merajai.

Setidaknya itulah yang disampaikan peneliti senior Indef Enny Sri Hartati. Kata dia, statemen yang disampaikan Jokowi disambutnya dengan pesimistis. Bagaimana tidak, di tengah semangat kampanye benci produk asing, tapi ada negara yang terus membanjiri pasar Tanah Air.

Muslima Fest

Hal inilah yang kemudian turut mematikan secara perlahan sektor UMKM di Tanah Air.
“Bayangkan, ada salah satu produk yang berasal dari impor ini sekarang hampir merajai segala kebutuhan produk masyarakat, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali yaitu produk yang namanya made in China,” katanya dikutip live di Kompas TV, Kamis 4 Maret 2021.

Presiden Jokowi. Foto Instagram @jokowi
Presiden Jokowi. Foto Instagram @jokowi

Baginya fenomena itu merupakan hal yang luar biasa. Maka jangan heran jika dia kemudian pesimis apakah imbauan presiden ini akan didengar masyarakat atau tidak.

Cara ampuh lawan produk made in China

Sebenarnya ada beberapa hal ampuh yang bisa diterapkan Jokowi agar produk lokal kian terangkat ke permukaan. Bahkan kata Enny, caranya gampang sekali membuat masyarakat cinta produk dalam negeri.

Yakni bikin produk yang murah apalagi berkualitas. Dengan begitu, sudah pasti Jokowi tak perlu mengimbau pada masyarakat untuk cinta pada produk lokal.

“Karena memang sesederhana itu perilaku konsumen, apalagi di tengah daya beli yang memang rendah. Di tengah daya beli rendah, kualitas itu nomor dua, yang paling utama dan jadi referensi konsumen adalah harga,” katanya.

“Nah harga ini yang selama ini memang menjadi persoalan dari daya saing produk-produk kita. Sehingga kalau ingin menciptakan produk yang murah tentu harus terjadi penurunan cost ekonomi,” katanya lagi.

Menurut data hasil sejumlah riset dan publikasi yang disampaikan bank dunia, penyebab daya saing produk Indonesia rendah memang karena high cost economy tadi.

Penyebab pertamanya korupsi, kedua perizinan birokrasi yang menyebabkan biaya berusaha di RI menjadi mahal, dan ketiga dan turut paling berkontribusi yakni logistik distribusi barang.

Ilustrasi uang rupiah. Foto: Mohamad Trilaksono dari Pixabay
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Mohamad Trilaksono dari Pixabay

“Bagaimana mungkin kita membawa jeruk dari Medan lebih mahal dari Tiongkok. Nah problemnya di situ. Selama produk dalam negeri mahal, apalagi kualtasnya rendah, maka ini yang tidak akan efektif, walau sekalipun presiden berkampanye,” katanya.

Dimulai dari pemerintah

Ada satu kunci yang bisa dilakukan Jokowi dan jajarannya. Kata Enny ini bisa menjadi pancingan untuk merontokkan dominasi produk made in China di RI.

Terobosan itu yakni dengan merealisasikannya dengan anggaran belanja barang negara. Sebab baik pusat dan daerah sebenarnya memiliki anggaran belanja barang hampir Rp400 triliun.

“Kalau ini dilakukan bisa jadi suri tauladan, yakni baik pusat dan kementerian serta daerah belanja barang mengutamakan proiduk dalam negeri terutama UMKM. Kalau itu dilakukan, baru dilaksanakan oleh pembantunya, baru didengar pula oleh masyarakat,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close