Trending

Rocky Gerung kasih solusi ke Jokowi: Segera ucapkan skenario terburuk

Kondisi ekonomi di Indonesia selama dihantam corona kian memburuk. Virus tersebut telah memukul telak ekonomi Indonesia. Indeks saham Bursa Efek Indonesia, melemah 33 persen, dibanding awal 2020, terburuk sejak 2015.

Sementara nilai tukar rupiah, terhadap dolar Amerika Serikat, anjlok ke level Rp17 ribuan, terendah sejak Juni 2018. Ini belum ditambah dengan maraknya investor asing di pasar uang dan pasar modal yang terus menarik dananya dari Indonesia.

Baca Juga: Andi Arief: Setop maki dokter Terawan, dia orang baik

Terkait ekonomi Indonesia dihantam corona, mantan dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung angkat pendapat. Menurut Rocky, kondisi ini memang pasti terjadi di tengah virus corona yang kian mewabah.

“Itu variabel yang pasti terjadi. Ini pemerintah, prediksi saja bahwa seminggu kemudian dari sekarang sudah Rp20 ribu. Dengan patokan itu, pemerintah bisa minta pada publik untuk mengerti keadaan,” kata Rocky disitat dari saluran Youtube-nya, Selasa 24 Maret 2020.

Kata Rocky, pemerintah sebenarnya harus segera mengucapkan skenario terburuk kepada masyarakat dan tidak lagi sibuk mengulas kalkulasi ekonomi Indonesia yang dihantam corona. Sebab kalau itu tidak dilakukan, Indonesia diprediksi akan masuk dalam fase keresahan sosial dalam waktu dekat.

Keresahan sosial sendiri, kata Rocky, sangat berbahaya, karena umumnya akan diselesaikan dengan cara kekerasan sosial. Di mana kedaruratan psikologi manusia kini terus muncul di tengah publik. Dalam keadaan semacam itu –dalam keadaan psikologi– segala hal bisa terjadi, seperti kekerasan, pembangkangan, bahkan amuk massa.

“Iya skenario terburuk harus diucapkan, bahwa kemudian para spekulan, petualang financial market akan beroperasi di BEJ, karena mau cari gain atau keuntungan dari margin perubahan sekarang, itu sudah pasti akan bisa diduga.”

“Orang akan ambil kuntungan dari situ dan mungkin investor yang dari awal mengintip potensi pelemahan rupiah udah bersiap-siap membeli saham-saham yang lagi jatuh. Jadi pemerintah jangan disibukkan untuk mengulas itu,” kata Rocky panjang.

Undang tokoh bangsa

Sebelum memasuki hal terburuk, ada baiknya Pemerintah melakukan ‘border’ di awal. Rocky menawarkan solusi pada Presiden Jokowi untuk segera memanggil dan mengundang tokoh-tokoh bangsa, termasuk tokoh dari beberapa daerah, lalu akademisi, pemimpin rohani, supaya sama-sama mengucapkan kondisi kedaruratan nasional.

Sebab, kata dia, itulah yang kini dibutuhkan masyarakat, agar padu bersama-sama saling berangkulan. Sementara yang terjadi saat ini, masyarakat seakan panik terhadap keamanan, potensi keterularan, kelengkapan medis yang jauh dari harapan, hingga psikis mereka terguncang secara berlebih.

Sedang pengumuman kedaruratan selama ini hanya diucapkan Istana, yang dinilai publik tidak mampu membaca keadaan optimal dari kedaruratan tersebut. Dan bukan justru datang melalui data kematian yang diupdate setiap hari, namun situasi kedaruratannya tidak terbaca.

Baca Juga: Jonru: Siapa pejabat idola tangani corona? Netizen ramai-ramai sebut nama ini

“Akhirnya, orang masih anggap biasa saja tuh, orang masih bergerombol, inisiatif pmerintah untuk memberikan imbauan tidak didengar, jadi soal-soal semacam itu yang harusnya dirapatkan darurat di kabinet,” kata Rocky.

Dia kembali menegaskan agar pemerintah mengabaikan kalkulasi ekonomi. Yang terpenting, kata dia, masyarakat mau berpartisipasi di dalam kedaruratan.

Agar arahan tersebut didengar pemerintah, kata Rocky, mereka bisa mengundang tokoh-tokoh bangsa yang kredibel.

“Karena pemerintah enggak kredibel lagi sekarang. Makanya segera minta maaf, lalu undang beberapa tokoh yang punya persediaan moral yang masih cukup, sama-sama tampil di Istana, lalu ucapkan itu, publik akan pindah perhatiannya, dari yang biasa-biasa saja, sekarang dia merasa darurat.”

“Karena tokoh-tokoh bangsa itu mengucapkan dari hati. Bukan sekadar dari kalkulator APBN. Jadi poin saya, pengumuman bertitahu kedaruratan ini betul-betul menyangkut nasib negeri ini.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close