Trending

Ekonomi RI ‘terpapar’ Covid-19, ini solusi yang ditawarkan Sandiaga Uno

Ekonomi RI ‘terpapar’ Covid-19. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia terjun bebas. Nilai tukar rupiah juga melemah tak karuan.

IHSG turun dari 6.300-an pada awal Januari menjadi 4.100-an. Meski pada Jumat kemarin ditutup naik. Rupiah juga demikian. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tajam. Rupiah anjlok dari Rp13.800 per dolar AS pada awal Januari menjadi Rp15.900.

Pergerakan IHSG 6 bulan terakhir. Tangkapan layar Google Sabtu 22 Maret.

Merebaknya Covid-19 berdampak luas bagi seluruh dunia. Apalagi, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global. Salah satu yang terkena dampak adalah perekonomian global, termasuk Indonesia. Mulai dari pasar saham hingga pariwisata pun ikut ‘terjangkit’ virus tersebut.

Hingga Kamis (19/3) kemarin, data terakhir dari Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 menyebutkan ada sebanyak 309 kasus positif corona di Indonesia. Sebanyak 25 meninggal dan 15 lainnya dinyatakan sembuh.

Pergerakan IHSG 6 bulan terakhir. Tangkapan layar Google Sabtu 22 Maret pkl 8.30 WIB.

Atas dampak tersebut, Pengusaha Sandiaga Uno pun ikut berbicara tentang bagaimana ekonomi RI ‘terpapar’ Covid-19. Dia pun memberikan tiga solusi atau pesan kepada pemerintah dalam mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

“Pertama, pemerintah harus mengutamakan ketersediaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Selain kesehatan, ekonomi masyarakat juga harus dijaga dengan memberikan kepastian lapangan pekerjaan agar konsumsi tetap terjaga. Jadi, pemerintah terlebih dahulu mementikan kepentingan masyarakat atau People First,” ujar Sandi.

Krisdayanti banjir makian, pamer sepinya Swiss: Ya ampun cuma kita aja

Menurut Sandi, pemerintah harus melakukan langkah-langkah antisipatif dan solutif. Apalagi, katanya, dampak Covid-19 ini membuat ekonomi global melambat, kenaikan harga minyak dan turbulensi di pasar keuangan dunia. Untuk itu, pemerintah perlu membuat kebijakan-kebijakan realistis dalam mengatasi dampak Covid-19.

Dia juga menegaskan pemerintah perlu memenuhi pasokan kebutuhan masyarakat sehari-hari sebagai langkah antisipasi kedua. Mulai dari kuantitas hingga distribusinya ke masyarakat. Sehingga, ancaman disrupsi pasokan kebutuhan pangan masyarakat todak akan terjadi.

“Apalagi, sebentar lagi memasuki Bulan Ramadan yang biasanya juga terjadi kenaikan harga-harga bahan makanan. Selain daripada mengamankan pasokan, pemerintah juga harus memastikan rantai distribusi menjadi sederhana dan berkeadilan. Dengan begitu harga-harga dapat dijaga dengan baik,” tegasnya.

Langkah ketiga, lanjut Sandi, pemerintah harus menciptakan peluang di tengah kondisi yang memprihatinkan, salah satunya dengan mendorong kemudahan berusaha para entrepreneur atau pelaku UMKM. Menurutnya, UMKM ini yang akan menolong ekonomi Indonesia jika terjadi turbulensi seperti saat ini.

“UMKM itu tahan terhadap krisis atau turbulensi ekonomi. Maka, pemerintah harus menjaga kemudahan berusaha para pelakunya,” pungkasnya. (Saugy Riyandi)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close