Trending

Eks intel Korea Utara ungkap cara jahat rezim Korut hasilkan uang

Mantan intel Korea Utara yang kini membelot ke Korea Selatan, Kim Kuk Song mengungkap banyak hal terkait Korea Utara dalam sebuah wawancara eksklusif bersama BBC. Dalam wawancara itu, Kuk Song juga mengungkap bagaimana rezim Korea Utara hasilkan uang melalui cara-cara jahat.

Kuk Song menuturkan, ketika Korea Utara dilanda wabah kelaparan sekitar pada 1990-an, dia bertugas di Departemen Operasi dan diperintahkan untuk mengumpulkan ‘dana revolusioner’ untuk Pemimpin Tertinggi kala itu, Kim Jong Il. Kuk Song mengatakan, jika ia sudah mendapat perintah demikian, itu berarti berurusan dengan obat-obatan terlarang.

“Produksi obat-obatan di Korea Utara pimpinan Kim Jong Il mencapai puncaknya selama Maret yang sulit. Saat itu, Departemen Operasional kehabisan dana revolusioner untuk Pemimpin Tertinggi,” tutur Kim Kuk Song, dilansir Rabu 13 Oktober 2021.

“Setelah mendapat perintah itu, saya membawa tiga orang asing dari luar negeri masuk ke Korea Utara, membangun basis produksi di pusat pelatihan kantor penghubung 175 Partai Buruh dan memproduksi obat-obatan. Itu adalah ICE (sabu kristal). Kemudian kita bisa mencairkannya ke dollar untuk dipersembahkan ke Kim Jong Il,” papar Kuk Song.

Kim Kuk Song, eks intel Korea Utara yang membelot ke Selatan. Foto: BBC
Kim Kuk Song, eks intel Korea Utara yang membelot ke Selatan. Foto: BBC

Dalam laporannya, BBC menyebut penjelasan Kuk Song soal perdagangan narkoba Korea Utara ini masuk akal. Pasalnya, sebelumnya terdapat juga mantan diplomat Korut untuk Inggris, Thae Yong Ho, yang juga membelot, mengatakan kepada Forum Kebebasan Oslo tahun 2019 lalu bahwa negara tersebut telah terlibat dalam perdagangan narkoba yang disponsori oleh negara.

Kim Kuk Song lalu menjelaskan bahwa uang dari hasil perdagangan narkoba itu lari ke kantong pribadi pemimpin Korea Utara alih-alih untuk rakyat.

“Untuk membantu Anda memahami, semua uang di Korea Utara adalah milik pemimpin Korea Utara. Dengan uang itu, dia akan membangun vila, membeli mobil, membeli makanan, membeli pakaian, dan menikmati kemewahan,” urai Kuk Song.

Selain dari perdagangan narkoba, cara lain Korea Utara hasilkan uang saat wabah kelaparan melanda kala itu, menurut Kim, berasal dari penjualan senjata ilegal ke Iran, yang dikelola oleh Departemen Operasi.

“Ada kapal selam mini khusus, semi-submersible. Korea Utara sangat pandai membangun peralatan canggih seperti ini,” katanya.

Kim Jong Il dan Kim Jong Un. Foto: BBC
Kim Jong Il dan Kim Jong Un. Foto: BBC

Kesepakatan senjata Korea Utara dengan Iran telah menjadi rahasia umum sejak 1980-an dan bahkan termasuk rudal balistik, menurut Profesor Andrei Lankov, salah satu otoritas terkemuka dunia di Korea Utara.

Menurut Kim Kuk Song, Pyongyang juga menjual senjata dan teknologi ke negara-negara perang. Dalam beberapa tahun terakhir, PBB menuduh Korea Utara memasok senjata ke Suriah, Myanmar, Libya dan Sudan.

PBB sendiri sudah memperingatkan bahwa senjata yang dikembangkan di Pyongyang bisa berakhir di banyak sudut dunia yang bermasalah.

Untuk mendapatkan konfirmasi dari klaim Kim Kuk Song tersebut, BBC dalam laporannya mengatakan mencoba mengontak Kedutaan Besar Korea Utara di London dan misi di New York, namun sejauh ini belum mendapatkan tanggapan.

Kim Kuk Song sendiri merupakan mantan intel Korea Utara. Dia bekerja selama 30 tahun melayani negaranya sebelum akhirnya membelot pada tahun 2014. Kini, Kuk Song tinggal di Seoul dan bekerja untuk Badan Intelijen Korea Selatan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close