Trending

Jutaan masker RI kepergok dibawa ke China, Politisi PAN kritik begini

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor komoditas masker Indonesia ke China naik drastis pada Januari-Februari 2020. Berdasarkan data BPS yang diterima redaksi, Indonesia rupanya getol meng-ekspor jutaan kilogram masker ke tiga negara, seperti China, Singapura, dan Hong Kong.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI Yunita Rusanti mengatakan, lonjakan volume dan nilai ekspor masker sebanyak 1,3 juta kilogram ini terjadi sejak Januari 2020.

Baca Juga: Beda kelas, Denny Siregar bandingkan Anies dan Risma hadapi corona

Terkait temuan itu, Politisi PAN Saleh Partaonan Daulay mengkritik keras Pemerintah. Kata dia pantas saja jika kemudian masker di Indonesia menjadi barang langka.

“Masker dan hand sanitizer itu hilang. Nah, kenapa enggak ada, ternyata menurut BPS temuannya, bahwa ekspor masker ke China, Singapura, dan Hongkong, sejak Januari-Februari itu naik 504,5 persen,” kata Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN itu di sela acara ILC, tvOne, disitat Rabu 18 Maret 2020.

“Bayangkan sejak kasus ini merebak dari Januari dan Februari itu kita ekspor barangnya. Ya wajar aja sekarang barangnya enggak ada. Sekarang kita lagi butuh ini, lalu bagaimana caranya memproduksi itu dalam dua bulan. Ini yang salah siapa Bang Karni (Karni Ilyas – tvOne) coba?” herannya lagi.

Kata Daulay, sejak beberapa bulan terakhir sejumlah pihak termasuk DPR sudah getol menelusuri keberadaan dan ke mana peredaran masker sampai bisa lenyap. Sampai akhirnya BPS terang-terangan kalau ekspor masker ke China, Singapura, dan Hongkong meningat tajam.

“Sejak beberapa bulan ini kan kita minta cari, di mana barangnya. Akhirnya BPS yang ngaku,” katanya lagi.

Seperti diketahui, masker jadi salah satu barang yang saat ini banyak diburu masyarakat di tengah pandemi corona. Tak heran jika masker banyak dijual dengan harga tinggi.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melansir sejumlah BUMN sendiri bakal melakukan upaya menambah stok masker di dalam negeri. Di samping impor bahan baku, BUMN juga akan mengimpor produk jadi guna memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri.

Baca Juga: Tuding respons corona lambat, Rizal Ramli kaitkan RI takut dengan China

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, disitat Bisnis, mengatakan masker menjadi komoditas penting di tengah penyebaran virus corona (covid-19). Untuk itu, selepas Februari 2020, tidak ada lagi BUMN yang mengekspor masker karena kebutuhan di dalam negeri menjadi prioritas.

Arya menerangkan, bahan baku yang didatangkan dari luar negeri akan diproses lebih lanjut oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Selain itu beberapa BUMN juga akan melakukan impor masker langsung dari luar negeri.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close