Trending

Emosi ke PSI, anggota DPRD: Bapak jangan ajari generasi muda jadi pengkhianat!!

Lima puluh anggota DPRD DKI Jakarta memutuskan walk out dari rapat paripuna kemarin perwakilan PSI membacakan pandangan umum fraksi mereka soal anggaran Rencana Kerja Tahunan (RKT). Gara-garanya, anggota DPRD jengah dengan inkonsistensi PSI soal RKT. Sampai ada anggota DPRD DKI yang menyebutkan PSI itu jahat pengkhianat.

50 anggota DPRD itu menganggap sikap PSI itu inkonsisten, sebab di awal rapat pembahasan anggaran Rapat Kerja Tahunan itu, perwakilan PSI tidak menolak tapi kok belakangan saat mendekati paripurna PSI balik badan menolak anggaran RKT tersebut.

Kok bisa 50 anggota DPRD DKI Jakarta itu keluar dari paripurna saat PSI pidato?

Walk out gagah tapi ke teman sendiri

Gedung DPRD DKI. Foto: MI.
Gedung DPRD DKI. Foto: MI.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai sikap walk out 50 anggota DPRD DKI protes pidato PSI itu merupakan sikap yang tidak jelas.

Secara implikatif, Ray Rangkuti mengatakan walk out DPRD DKI Jakarta itu tidak berdampak pada politik, hukum, dan sikap PSI dalam anggaran RKT itu.

Malah Ray menyindir, sikap walk out itu menunjukkan anggota DPRD DKI itu benar-benar gagah.

“Walk out itu anggota DPRD itu gagah bener tapi sama teman sendiri, bukan gagah oposisi ke Pemprov DKI,” kata Ray dalam Kompas TV dikutip Rabu 16 Desember 2020.

Ray mengatakan, perubahan sikap dalam proses kedewanan adalah hal yang lumrah dan biasa saja terjadi. Sudah banyak contoh kok menurutnya, pada awal pembahasan perwakilan parpol menyatakan menolak atas sebuah pembahasan anggaran tapi kemudian di rapat akhir, rapat paripurna sikap berubah menjadi menerima.

Bukan cuma itu saja, bahkan dalam internal parpol saja, lazim terjadi perbedaan sikap antaranggota dalam menyikapi pembahasan di kedewanan.

Namun demikian, sikap fraksi parpol dalam rapat paripurna merupakan sikap fraksi final atas sebuah pembahasan di kedewanan.

Jadi Ray membela sikap PSI, yang mana di awal pembahasan RKT, anggota PSI tak ada keberatan, namun belakangan jelang paripurna, fraksi PSI sendirian ngegas menolak RKT.

PSI itu jahat pengkhianat

Kegiatan PSI DKI Jakarta
Kegiatan PSI DKI Jakarta. Foto Instagram @psi_jakarta

Menyimak ulasan dari Ray Rangkuti itu, anggota Fraksi Golkar DPRD DKI, Jamaluddin tetap melihat sikap parpol baru itu adalah sok pahlawan dan inkonsisten.

“Apa yang dilakukan rekan PSI kurang bijaksana. Silakan jadi pembela dan penegak kebenaan, tapi tidak menjadikan orang lain jadi jahat. Proses dari awal terlibat tak menyatakan keberatan tapi detik terakhir balik badan tampil sebagai pahlawan. Boleh jadi pahlawan tapi jangan gitu caranya jadi pahlawan menjadikan orang lain sebagai penjahat, ini berarti merencanakan di detik terakhir, mereka itu jadi orang jahat,” kata Jamaluddin.

Jamaluddin yang merupakan anggota DPRD DKI pertama yang kemarin mengawali walk out itu malah emosi dengan pernyataan Ray Rangkuti soal lazim saja ada perubahan sikap dari saat pembahasan dengan pandangan akhir yang disampaikan dalam rapa paripurna.

Menurut Jamaluddin, pandangan Ray itu terdengar bijaksana tapi dia tak sepakat sepenuhnya. Menurut anggora DPRD DKI ini, sikap atau komitmen dari awal harus jelas, kalau iya ya iya kalau enggak ya enggak.

“Itu (padangan Ray) mengajarkan orang dari awal berkomitmen untuk kemudian balik badan di akhir, mencelakakan orang lain, sikap ini tidak gentleman bisa menjerumuskan banyak orang. Jadi tolong lah berpolitik secara santun, iya ya iya tidak ya tidak, jangan iya untuk tidak dan tidak untuk iya. Siapa kamu ngajarin orang untuk berkhianat!!!,” kata dia.

Jamaluddin mengaku tidak suka dengan pernyataan Ray tersebut karena mengajarkan poltikus muda untuk bisa saja memainkan komitmen.

“Bapak jangan mengajarkan generasi muda untuk jadi orang pengkhianat!!!” kata Jamaluddin emosi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close