Hot

Endorse RUU Cipta Kerja, Gofar Hilman ngaku butuh buat bayar pegawai

Penyiar radio sekaligus pembawa acara, Gofar Hilman mengaku menerima tawaran untuk mempromosikan RUU Cipta Kerja di laman Instagram pribadinya. Ia pun berdalih bahwa tawaran itu ia terima agar tetap bisa membayar pegawainya.

Baca Juga: Terharu, kisah pertemanan Pudori si bocah pemulung dengan artis Korea

Namun, Gofar mengaku sama sekali tidak disinggung mengenai RUU dari deck presentasi dan brief yang ia terima. Selain itu, Gofar juga membantah jika disebut mendukung RUU Cipta Kerja. Hal ini lantaran tidak ada pernyataan darinya yang mendukung atau mengecilkan salah satu pihak dalam video.

“Dari deck presentasi dan brief yang gue dapet. tidak ada disebutkan mengenai RUU apapun. Dan apa yang gue sampaikan melalui video dan tulisan, tidak ada pernyataan bahwa gue mendukung ataupun mengecilkan salah satu pihak tertentu,” tulisnya melalui akun Twitter pada Kamis, 13 Agustus 2020.

Gofar sendiri mengaku menerima tawaran pekerjaan itu demi dapat membayar pegawainya. Ia tetap ingin memperkerjakan pegawainya, sekaligus membayar gaji dan THR secara full.

Gofar Hilman Foto: Instagram @pergijauh
Gofar Hilman Foto: Instagram @pergijauh

“Cerita sedikit ketika PSBB kemarin, cita-cita gue cuma gak mau unpaid leave pegawai, mereka tetap bisa kerja tapi gaji dan THR full yang Alhamdulillah-nya dapat tercapai,” lanjutnya.

Akibat kelalaiannya, Gofar pun meminta maaf dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam memilih pekerjaan. Kini, unggahan Gofar Hilman tentang RUU Cipta Kerja telah dihapus.

“Kesalahan dari gue dan tim, kita tidak melakukan riset yang lebih dalam lagi sebelum dan sesudah menerima pekerjaan. Melalui tulisan ini,gue secara pribadi minta maaf, dan ke depannya gue dan tim akan lebih berhati-hati ketika menerima pekerjaan. Have a good day,” tulisnya.

Gofar bukanlah satu-satunya. Beberapa artis dan influencer lain juga kedapatan mempromosikan RUU Cipta Kerja. Mereka di antaranya adalah Gritte Agatha, Gading Marten, Fitri Tropica, hingga Ardhito Pramono.

Padahal, RUU ini banyak menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya bagi kaum buruh dan pekerja. Pasalnya, RUU tersebut dianggap berpotensi menghilangkan hak-hak buruh dan membuat investor semakin kuat.

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close